BI Tegal Latih 400 Guru Jadi Agen Literasi Ekonomi dan Cinta Rupiah

  • 23 Jun 2026 05:19 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • BI Tegal Latih 400 Guru Jadi Agen Literasi Ekonomi dan Cinta Rupiah
  • Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang digelar BI Tegal.

RRI.CO.ID, Pekalongan - Untuk memperkuat literasi ekonomi dan kebanksentralan di kalangan pelajar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal mengajak 400 guru SD dan SMP mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Para peserta berasal dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang.

Program tersebut menjadi langkah strategis untuk menanamkan pemahaman ekonomi dan keuangan sejak usia dini melalui integrasi materi Peduli Inflasi, Pelindungan Konsumen, serta CBP Rupiah dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara BI Tegal dengan pemerintah daerah di tujuh kabupaten/kota se-Karesidenan Pekalongan terkait peningkatan literasi Rupiah dan sistem pembayaran yang telah dijalankan sejak 2025.

Melalui kolaborasi tersebut, sekolah-sekolah di wilayah Karesidenan Pekalongan akan mulai mengimplementasikan materi Peduli Inflasi, Perlindungan Konsumen, dan CBP Rupiah pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Langkah ini dinilai penting mengingat tantangan ekonomi digital yang semakin kompleks, sehingga peserta didik perlu dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perilaku konsumsi yang bijak, hingga pentingnya menjaga keamanan transaksi sejak dini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala menegaskan, Guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda, termasuk dalam aspek literasi keuangan. Menurutnya, pendidikan keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga membangun kebiasaan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu. Akan tetapi juga sebagai teladan dalam membangun kebiasaan baik, seperti berbelanja secara bijak, menjaga keamanan transaksi, melindungi data pribadi, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah,” ujar Bimala, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menambahkan, peningkatan literasi ekonomi sejak bangku sekolah menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan ekonomi dan keuangan. "Melalui program ToT CBP Rupiah ini, BI Tegal berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami fungsi uang dan sistem keuangan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga stabilitas ekonomi, menjadi konsumen yang cerdas, serta memiliki rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah sebagai identitas dan simbol kedaulatan bangsa," katanya.

Diharapkan, para guru yang mengikuti pelatihan tudak hanya menjadi pengajar, tetapi juga agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan-pesan kebijakan ekonomi kepada generasi muda secara sederhana dan mudah dipahami. Selain memahami konsep inflasi dan perlindungan konsumen, para pendidik juga dibekali materi mengenai pentingnya menjaga kualitas Rupiah, mengenali ciri keaslian uang, serta memahami peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....