Ekspor Jateng Melonjak 19,53 Persen, Amerika Pasar Terbesar
- 03 Jun 2026 00:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Nilai ekpor Jawa Tengah melonjak 19,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya hingga mencapai 4,57 miliar dolar AS pada awal 2026. Lonjakan itu masih didominasi oleh ekpor tujuan Amerika Serikat, disusul Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Ali Said mengatakan pertumbuhan ekspor tersebut ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan. Secara kumulatif, sektor ini mencatat kenaikan ekspor sebesar 16,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Tidak hanya secara kumulatif, kinerja ekspor Jawa Tengah pada April 2026 juga mengalami lonjakan signifikan. Nilai ekspor tercatat mencapai 1,38 miliar dolar AS atau meningkat 65,73 persen dibandingkan April tahun lalu.
Ekspor nonmigas turut menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Nilainya mencapai 1,27 miliar dolar AS atau naik 58,80 persen dibandingkan April 2025.
Di tengah peningkatan ekspor, Jawa Tengah juga mencatat inflasi bulanan sebesar 0,23 persen pada Mei 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.
"Dengan inflasi (year-on-year/tahun ke tahun) sebesar 2,85 persen dan inflasi year-to-date/inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen," terang Ali saat rilis daring, Selasa 2 Juni 2026.
Disebutkannya, kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulan lalu. Kondisi cuaca yang memengaruhi produksi hortikultura turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
Cabai merah menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar sebesar 0,06 persen. Disusul bawang merah dan cabai rawit yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen.
Selain sektor perdagangan, kesejahteraan petani Jawa Tengah juga menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 tercatat sebesar 117,39 atau meningkat 2,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Komoditas yang memberikan andil terbesar pada naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani, yakni gabah, bawang merah, jagung, cabai rawit, dan sapi potong," jelasnya.
Sementara itu, sektor pariwisata juga memperlihatkan geliat positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah hingga April 2026 mencapai 2.671 orang melalui Bandara Ahmad Yani dan Bandara Adi Soemarmo.
Jumlah kunjungan wisatawan asing pada April 2026 meningkat 25,46 persen dibandingkan Maret 2026. Bahkan jika dibandingkan April tahun lalu, pertumbuhannya melonjak hingga 399,25 persen.
Wisatawan asal Tiongkok, Malaysia, Singapura, India, dan Thailand menjadi penyumbang kunjungan terbanyak ke Jawa Tengah. Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 56,49 juta perjalanan selama Januari-April 2026 atau tumbuh 2,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....