OJK Bidik 200 Ribu Guru di Jateng Jadi Agen Literasi Keuangan

  • 21 Mei 2026 19:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah membidik sekitar 200 ribu guru di seluruh Jawa Tengah untuk menjadi agen atau “Duta Literasi Keuangan” guna memperkuat edukasi finansial di lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kecakapan keuangan generasi muda sekaligus mencegah risiko keuangan ilegal di era digital.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting. Hal itu seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang juga diikuti berbagai risiko.

“Penguatan literasi keuangan saat ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Diikuti dengan meningkatnya berbagai risiko, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, penipuan digital, dan penyalahgunaan data pribadi,” kata Hidayat dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi anggota PGRI dan pengurus OSIS SMA/MA/SMK di Kantor OJK Jawa Tengah, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Hidayat, guru dan pengurus OSIS memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di sekolah. Keduanya dinilai mampu menjadi penggerak edukasi keuangan yang dapat membentuk perilaku finansial sehat, cerdas, dan bertanggung jawab sejak usia dini.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan formal, dan pasar modal. Selain itu, peserta juga diberi materi terkait perlindungan konsumen, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

OJK juga melibatkan narasumber dari Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperkuat materi edukasi. “Kami berharap Bapak/Ibu guru dan pengurus OSIS dapat menjadi penggerak edukasi keuangan di sekolah, sehingga terbangun ekosistem literasi keuangan yang lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Hidayat.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dan Kick Off Bulan Literasi Keuangan ini diharapkan mampu melahirkan budaya cakap keuangan di sekolah. OJK menargetkan guru dan pengurus OSIS tidak hanya memahami literasi keuangan, tetapi juga meneruskan edukasi tersebut kepada siswa dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Sementara, Kepala Biro Perekonomian Sekda Provinsi Jawa Tengah, Johan Hadiyanto, mengapresiasi langkah OJK dalam memperkuat literasi finansial di kalangan pendidik dan pelajar. “Generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan yang bijak, serta kecakapan dalam mengelola keuangan sejak dini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....