Bank Indonesia Jateng Buka UMKM Grande, Bidik Pasar Global Hijau

  • 07 Mei 2026 12:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah resmi membuka ajang UMKM Grande di Paragon Mall Semarang pada 7-11 Mei 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi dari UMKM Gayeng itu diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, tahun ini UMKM Grande mengusung tema “Tumbuh Tangguh dan Mendunia”. Tema tersebut mencerminkan harapan agar UMKM tidak hanya berkembang, tetapi juga adaptif menghadapi tantangan dan memiliki daya saing internasional.

Nunu, sapaan akrabnya menyebut, konsep Grande merepresentasikan empat pilar utama yakni green, kerakyatan, digital, dan ekspor. Keempat pilar itu menjadi fondasi transformasi UMKM menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dijelaskannya, aspek ekonomi hijau menjadi perhatian penting di tengah kondisi lingkungan global yang terus memburuk. Oleh karena itu, BI Jateng mendorong pelaku usaha mulai menerapkan konsep green economy dan ekonomi sirkular dalam proses produksi maupun pengembangan produk.

"Sustainability atau ekonomi hijau itu sangat penting dengan kondisi dunia yang bisa dibilang deterioration, memburuk jadi kita harus menjaga kelestarian alam termasuk dengan mengedepankan green economy ini," ujarnya usai membuka acara.

Pantauan RRI, sebanyak 90 UMKM binaan ditampilkan dari berbagai sektor usaha, mulai dari kopi, home decor, furnitur, wastra, fashion siap pakai, hingga kerajinan tangan turut meramaikan gelaran tersebut. Dihadirkan juga booth khusus ekonomi hijau yang menampilkan produk UMKM berbasis ramah lingkungan.

"Pengunjung dapat mempelajari penggunaan bahan alami, konsep ekonomi sirkular, hingga mencoba kalkulator hijau. Khusus untuk UMKM Grande ini selama pelaksanaan kita juga menghitung berapa emisi karbon yang kita hasilkan dan dari situ kita coba mengkompensasinya, dengan beberapa hal yang kita pilih antara lain menanam pohon," tuturnya.

Selain pameran produk, UMKM Grande juga menghadirkan business matching dengan calon pembeli potensial dari sejumlah negara. Buyer dari Singapura, Thailand, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, dan beberapa negara lain turut hadir untuk membuka peluang ekspor bagi UMKM Jawa Tengah.

Berbagai kegiatan pendukung juga turut digelar untuk menarik minat pengunjung, di antaranya talkshow wastra, fashion show bersama Dekranasda dan Pemprov Jawa Tengah. Pengunjung juga bisa mencoba pengalaman mengukir furnitur dari para ahlinya.

BI Jateng bersama OJK juga menghadirkan program “Aku Bisa Sejahtera” yang berisi layanan dan edukasi keuangan bagi masyarakat. Selain itu, tersedia program Grand Book Initiative yang memungkinkan pengunjung membeli buku dengan harga lebih murah melalui subsidi khusus.

Tak hanya itu, tahun ini UMKM Grande juga menghadirkan konsep live selling bersama sejumlah afiliator digital. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak omzet UMKM melalui pemasaran digital yang lebih luas.

"Jadi kita agak realistis (target transaksi di ajang UMKM Grande) Jadi kita harapkan naik sekitar 5-10%. Tahun lalu Rp600 juta, Jadi tahun ini naik sekitar 5%-10% jadi Rp630, mudah-mudahan bisa tercapai," katanya.

Adapun, gelaran UMKM Grande ini akan terangkai dengan kegiatan lanjutan yakni Central Java Investment and Business Forum di Hotel PO Paragon Mall pada 11-12 April 2026. Forum tersebut diharapkan semakin memperkuat investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang tinggi dan inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....