Lawan Inflasi, Mahasiswa Unnes Mulai Lirik Investasi sejak Dini

  • 12 Apr 2026 22:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Kesadaran untuk menjaga stabilitas finansial di tengah ancaman inflasi global mulai menjadi tren positif di kalangan Generasi Z, khususnya para mahasiswa di Kota Semarang. Langkah investasi sejak dini kini dipandang bukan sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengamankan nilai aset di masa depan.

Fenomena ini terlihat dari pergeseran pola konsumsi mahasiswa yang mulai menyisihkan uang saku mereka ke berbagai instrumen investasi digital. Literasi keuangan yang semakin mudah diakses melalui platform media sosial menjadi pemicu utama bagi para pemuda untuk mulai berani mengambil risiko finansial yang terukur.

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Iqbal Aulianda, menilai bahwa memulai investasi ngga harus menunggu hingga memiliki penghasilan besar. Baginya, modal utama adalah kemauan untuk belajar dan konsistensi meski dimulai dengan nominal yang sangat terbatas.

“Untuk minimal sih ya terserah, seadanya dananya itu berapa. Tentu bisa, kan nominal itu ngga harus yang mulai langsung gede. Dari awal sedikit-sedikit dulu, kayak pepatah bilang sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Kita bisa mulai dari nominal yang kecil dulu karena ngga semua orang punya uang banyak,” ujarnya saat memberikan tanggapan terkait tren investasi mahasiswa, Kamis (9/4/2026).

Iqbal menambahkan, rasa khawatir akan risiko kehilangan uang merupakan hal yang wajar bagi pemula. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan memperbanyak riset melalui kanal edukasi digital sebelum terjun ke platform sekuritas maupun aplikasi investasi lainnya.

Senada dengan hal tersebut, Alief Rahmat Hakim, mahasiswa Unnes lainnya, menekankan bahwa investasi adalah tameng utama dalam menghadapi lonjakan harga akibat inflasi. Ia menyarankan agar rekan sejawatnya mulai melirik instrumen yang aman dan terjamin legalitasnya agar terhindar dari potensi kerugian atau penipuan.

“Jawabannya inflasi. Kalau kita sedini mungkin investasi, mumpung dolar masih segini, daripada besok-besok pasti inflasi dan kita mau investasi itu keburu sudah naik harganya. Kalau belum bisa investasi dengan jumlah yang mencukupi, kita nabung aja dulu, simpen di m-banking yang tidak menggunakan bunga bulanan,” jelas Alief.

Alief menekankan pentingnya memilih aplikasi yang telah terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjamin keamanan aset. Dengan digitalisasi, akses terhadap instrumen seperti emas maupun pasar modal kini jauh lebih praktis dan transparan bagi para investor pemula di lingkungan kampus.

Optimalisasi teknologi dan kemudahan akses informasi ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, sekaligus menciptakan ekosistem generasi muda yang lebih tangguh secara ekonomi di masa mendatang. (eka)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....