Atur Keuangan di Awal Bulan dengan Metode 50/30/20

  • 31 Mar 2026 22:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Mengatur keuangan di awal bulan adalah langkah penting agar pengeluaran tetap terkendali dan tabungan bisa bertambah. Perencanaan yang matang membantu memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, tagihan rutin tidak tertinggal, dan tetap ada dana untuk hiburan atau investasi.

Langkah pertama adalah mengetahui pendapatan bersih setiap bulan, yaitu penghasilan setelah dipotong pajak, asuransi, dan potongan lain. Angka ini menjadi dasar untuk menentukan berapa persen yang akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu metode budgeting yang populer adalah aturan 50/30/20. Dalam aturan ini, 50 persen dari penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, tempat tinggal, listrik, air.

Sebanyak 30 persen dari penghasilan bisa digunakan untuk keinginan pribadi atau hiburan. Ini termasuk belanja non-pokok, nongkrong, langganan digital, atau hobi.

Sisa 20 persen dari penghasilan sebaiknya dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Termasuk di dalamnya dana darurat, tabungan jangka panjang, dan investasi yang mendukung masa depan finansial.

Mencatat semua pengeluaran juga penting agar bisa memonitor ke mana uang digunakan. Penggunaan aplikasi finansial atau catatan manual membantu melihat pola pengeluaran dan menyesuaikan budget di bulan berikutnya.

Pisahkan anggaran untuk kebutuhan rutin dan non-rutin. Kebutuhan rutin meliputi biaya makan, transportasi, cicilan, dan tagihan bulanan.

Kebutuhan non-rutin bisa berupa perawatan kendaraan, hadiah, atau liburan. Pemisahan ini memudahkan pengelolaan keuangan dan memastikan ada dana cadangan untuk situasi tak terduga.

Selain itu, beri ruang fleksibilitas dengan mengevaluasi budget setiap bulan. Jika pengeluaran wants terlalu tinggi pada bulan ini, bulan berikutnya bisa dikurangi.

Terakhir, gunakan sistem “amplop digital” atau rekening terpisah untuk setiap kategori. Banyak aplikasi keuangan menawarkan fitur ini, sehingga uang untuk kebutuhan pokok, wants, dan tabungan tidak tercampur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....