Forum Pusaka Jateng, Dorong Sumber Pertumbuhan Baru Ekonomi
- 13 Mar 2026 14:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Road to Forum Pusaka Jateng 2026 pada Rabu, 11 Maret 2026. Forum ini menjadi langkah awal merumuskan sumber pertumbuhan baru untuk mempercepat ekonomi daerah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Forum Pusaka Jateng (Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah) yang telah memasuki penyelenggaraan kelima. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan dan merumuskan solusi kebijakan ekonomi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Road to Forum Pusaka sebagai pembuka menuju puncak forum yang akan digelar pada Agustus 2026. Dalam rangkaian itu juga terdapat kompetisi Call for Paper, workshop karya tulis ilmiah, serta seminar ekonomi.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menyampaikan perekonomian Jawa Tengah dalam satu dekade terakhir, di luar masa pandemi Covid-19, mampu tumbuh sekitar lima persen. Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2029, dibutuhkan strategi penguatan sektor-sektor potensial.
Salah satu strategi yang dinilai penting adalah pengembangan sektor pariwisata karena memiliki efek pengganda besar terhadap sektor jasa dan ekonomi kreatif. Upaya tersebut perlu didukung pembiayaan yang memadai agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
"Selain itu, integrasi industri halal, pembiayaan syariah, dan pariwisata ramah muslim berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan menjadikan Jawa Tengah sebagai kandidat hub ekonomi syariah regional. Pengembangan industri hijau serta digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat 13 Maret 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar seminar ekonomi yang membahas strategi mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara inklusif dan berkelanjutan. Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah, akademisi, dan praktisi ekonomi.
Salah satu narasumber daru Bappeda Jawa Tengah, Erna Widiastuti menjelaskan arah kebijakan pembangunan daerah Jawa Tengah periode 2025–2029 beserta sejumlah tantangan yang dihadapi. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemimpin Redaksi Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Ia juga menilai potensi ekosistem halal di Jawa Tengah dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian daerah.
Adapun, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, Esther Sri Astuti menekankan pentingnya riset dan kajian ekonomi sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan. Menurutnya, pendekatan berbasis data dan penelitian akan memperkuat ketahanan serta transformasi ekonomi di Jawa Tengah.
Melalui Forum Pusaka Jateng 2026, berbagai permasalahan ekonomi daerah akan dibahas lebih spesifik melalui studi kasus. Forum ini juga mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) 2025–2029.
Kompetisi Call for Paper dalam forum tersebut diharapkan menarik partisipasi luas dari akademisi, praktisi ekonomi, hingga masyarakat. Dengan demikian, gagasan yang dihasilkan dapat semakin beragam dan relevan untuk mendukung pembangunan daerah.
Ke depan, Forum Pusaka Jateng diharapkan mampu memberikan masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat diyakini menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan fondasi ekonomi Jawa Tengah semakin kuat. Upaya ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.