BI Jateng Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Warga Diminta Tak Panic Buying
- 10 Mar 2026 19:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 35 kabupaten dan kota. Program ini untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau. Berbagai komoditas pokok seperti beras, daging ayam dan sapi, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, serta bawang merah dan bawang putih tersedia dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho Nunu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Stok pangan di Jawa Tengah dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
Lewat talkshow bertema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga”, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai cara berbelanja secara bijak. Masyarakat juga diedukasi melakukan diversifikasi pangan guna menurunkan permintaan.
"Melalui sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Bank Indonesia optimis inflasi Jawa Tengah dapat terjaga dalam rentang sasaran, daya beli masyarakat terlindungi, dan perekonomian daerah tetap tumbuh secara berkelanjutan," ujar, Senin 9 Maret 2026.
Oleh karenanya, terdapat stan khusus yang mempilkan makanan alternatif seperti cabai merah kering, hingga mocaf. Pembelian produk tersebut dapat dilakukan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS.
"Langkah ini selain mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, juga mendukung perluasan pemanfaatan QRIS di Jawa Tengah dan penguatan ekonomi digital di tingkat rumah tangga," tuturnya.
Tutut terlibat dalam kegiatan itu, pemerintah daerah, Bulog, BUMD pangan hingga pelaku usaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan dan distribusi bahan pangan di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama sejumlah kepala daerah dan anggota TPID. Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Purwokerto, dan Tegal mengikuti kegiatan secara daring dari wilayah masing-masing.
Untuk diketahui, inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 0,76 persen secara bulanan pada Februari 2026. Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau seperti daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Nunu menyebut pihaknya bersama TPID berkomitmen terus menerapkan strategi pengendalian melalui pendekatan 4K. Strategi tersebut meliputi menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif kepada masyarakat. (ryc)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....