Harga Emas Dunia Naik Sumbang Inflasi Jateng Periode Ramadan

  • 05 Mar 2026 23:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kenaikan harga emas dunia turut menyumbang inflasi di Jawa Tengah pada Februari 2026 atau bertepatan dengan moment Ramadan. Lonjakan harga emas perhiasan menjadi salah satu faktor pendorong inflasi selain sejumlah komoditas pangan.

"Inflasi Jawa Tengah pada Februari 2026 terutama didorong oleh komoditas emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Noor Nugroho Nunu melalui keterangan persnya, Rabu 4 Maret 2026.

Ia memaparkan secara bulanan inflasi di Jawa Tengah pada Februari 2026 mencapai 0,76 persen (month to month). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,68 persen.

Meski demikian, tekanan inflasi sempat tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas. Di antaranya bensin, wortel, cabai hijau, bawang putih, serta kelapa.

Tren serupa juga tampak pada laporan tahunan, inflasi Jawa Tengah juga masih disebabkan oleh harga komoditas dan harga emas dunia. Adapun inflasinya, tercatat sebesar 4,43 persen (year on year) di atas target inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, namun masih lebih rendah dibanding inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen.

Dipaparkannya, tekanan inflasi pada periode tersebut terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,58 persen. Peningkatan harga komoditas pangan tersebut menurutnya, dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya memasuki musim tanam, kondisi cuaca ekstrem, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan 2026.

Selain kelompok pangan, inflasi juga berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan kontribusi 0,14 persen. Yakni harha emas perhiasan yang mengikuti tren peningkatan harga emas dunia.

"Peningkatan harga emas global dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kondisi ekonomi dunia mendorong investor meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven," ujarnya.

Sementara itu, tekanan inflasi sedikit tertahan oleh deflasi pada kelompok transportasi sebesar -0,02 persen. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga bensin seiring penyesuaian tarif yang ditetapkan pemerintah pada awal Februari 2026.

Secara spasial, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah tercatat mengalami inflasi. Inflasi tertinggi diantaranya terjadi di Surakarta sebesar 0,90 persen, disusul Tegal 0,86 persen, Rembang 0,83 persen, serta Cilacap sebesar 0,80 persen.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat koordinasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga inflasi tetap berada dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Rekomendasi Berita