Pelonggaran Suku Bunga Global Tak Pengaruhi Bitcoin

  • 22 Feb 2026 18:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Vice President platform jual beli aset kripto, Indodax, Antony Kusuma menegaskan dinamika pelonggaran suku bunga global tidak memberikan dampak signifikan terhadap fundamental Bitcoin. Meski harga sempat terkoreksi pasca rilis notulensi Federal Open Market Committee (FOMC), pergerakan tersebut dinilai masih dalam fase konsolidasi yang sehat.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) tercatat turun sekitar 1,25 persen ke level US$66.450 atau setara Rp1,11 miliar. Tekanan ini terjadi setelah notulensi FOMC menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat bank sentral Amerika Serikat terkait arah kebijakan suku bunga.

Mayoritas pembuat kebijakan sepakat mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap tinggi, sementara yang lain bersedia memangkas suku bunga jika tekanan harga mereda.

Perbedaan sikap tersebut memicu respons negatif pasar dan mendorong indeks sentimen kripto turun ke level “Extreme Fear”. Investor global disebut tengah menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap waktu pemangkasan suku bunga The Fed.

Antony menilai kondisi tersebut merupakan respons jangka pendek yang wajar di tengah dinamika kebijakan moneter global. “Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, meskipun Bitcoin berada di bawah US$67.000, pergerakan harga masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. “Area US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan moneter domestik, khususnya suku bunga acuan Bank Indonesia yang berada di kisaran 4,75 hingga 5,5 persen. Stabilitas nilai tukar rupiah dan kepastian kebijakan dinilai akan turut memengaruhi likuiditas investor dalam negeri.

Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global, Antony mengingatkan investor kripto agar tidak panik menghadapi volatilitas jangka pendek. “Kami melihat ini sebagai momentum yang baik bagi investor untuk merencanakan portofolio mereka secara lebih matang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita