APBN Tumbuhkan Jateng, Redam Gejolak Ekonomi Global
- 28 Mei 2025 11:05 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Meski ekonomi dunia masih penuh ketidakpastian, Jawa Tengah mencatat pertumbuhan positif. Sepanjang triwulan I 2025, ekonomi provinsi ini tumbuh 4,96 persen secara year on year(yoy).
Hal itu diungkapkan Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya saat Forum Ekonomi Regional Jawa Tengah "Kinerja Fiskal dan Ekonomi Regional Jawa Tengah sampai dengan April 2025", Selasa(27/5/2025). Ia menyebut, di balik angka itu, APBN berperan besar menjaga kestabilan dan mendorong pembangunan.
Belanja negara membantu memperluas lapangan kerja dan memperkuat daya beli masyarakat. Inflasi terkendali di angka 1,94 persen per April 2025, sedangkan Indeks Keyakinan Konsumen berada di level optimis 111,6 yang menjadi tanda bahwa kepercayaan publik tetap terjaga.
Sektor riil seperti pertanian dan perikanan juga tetap tangguh. “Nilai Tukar Petani (112,72) dan Nilai Tukar Nelayan (99,28) menggambarkan daya tahan ekonomi rumah tangga," ujarnya.
Hingga April 2025, penerimaan negara di Jateng mencapai Rp35,35 triliun atau 27,31 persen dari target. Sementara, belanja negara terealisasi Rp33,23 triliun atau 31,21 persen.
"Surplus Rp2,13 triliun menjadi sinyal fiskal sehat dan adaptif. Keseimbangan ini membuka ruang untuk menghadapi tekanan ekonomi berikutnya," tandasnya.
Kontributor utama penerimaan meliputi pajak Rp14,24 triliun dan bea cukai Rp18,65 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak juga tumbuh positif hingga Rp2,45 triliun.
"Belanja pemerintah pusat mencakup Rp8,37 triliun untuk kementerian/lembaga dan Rp24,85 triliun untuk dana Transfer ke Daerah(TKD). Dana TKD menjadi pendorong utama pembangunan di daerah," tandasnya.
Pendapatan APBD Jawa Tengah juga menunjukkan tren positif, mencapai Rp34,41 triliun. Dana transfer pusat mendominasi dengan kontribusi 72,21 persen dari total pendapatan daerah.
"Realisasi belanja daerah masih di angka Rp20,17 triliun atau 17,51 persen. Artinya, masih ada ruang besar untuk akselerasi program pembangunan," tuturnya.
Dengan sinergi fiskal pusat dan daerah, fondasi ekonomi Jateng semakin kuat. Optimisme tumbuh bahwa pemulihan akan terus berlanjut secara inklusif dan merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....