Apasih Oshikatsu yang Kini Dongkrak Ekonomi Jepang

  • 26 Mei 2025 11:53 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Fenomena oshikatsu semakin mencuri perhatian karena menyumbang 3,5 triliun yen terhadap ekonomi Jepang setiap tahun. Angka ini setara dengan 2,1% dari total penjualan ritel tahunan Jepang saat ini.

Rata-rata penggemar menghabiskan 250.000 yen per tahun untuk kegiatan mendukung oshi mereka. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp28 juta jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah.

Tren ini menciptakan peluang bisnis baru bagi berbagai sektor hiburan, merchandise, hingga jasa pendukung emosional. Mulai dari biro iklan hingga penyedia layanan sewa teman ikut mendapatkan keuntungan.

Bagi generasi muda Jepang, oshikatsu menjadi bentuk pencarian makna hidup dan pengakuan sosial. Beberapa bahkan rela mengambil pekerjaan tambahan demi membiayai aktivitas penggemaran tersebut.

Namun, beberapa pihak khawatir penghapusan pengaruh tren oleh pemerintah akan mematikan gairah ini. Bila terjadi, minat anak muda terhadap oshikatsu bisa menurun dalam jangka panjang.

Studi tahun 2022 menunjukkan bahwa banyak orang dewasa Jepang merasa hubungan personal kini lebih sulit dibangun. Mereka memilih bentuk interaksi baru yang bersifat sementara, seperti menyewa teman.

Dalam kondisi ini, hubungan antarmanusia menjadi sesuatu yang bisa dibeli demi mengusir kesepian. Oshikatsu menyediakan ruang emosional bagi mereka yang mencari kenyamanan di tengah tekanan sosial.

Fenomena ini mengindikasikan perubahan besar dalam perilaku konsumsi dan makna kebahagiaan. Ke depannya, dampaknya bisa membentuk arah baru ekonomi serta struktur masyarakat Jepang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....