Coba Taksi Listrik Bluebird, Gubernur Jateng Dukung Transportasi Energi Bersih

  • 24 Agt 2026 12:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kehadiran taksi listrik di Kota Semarang mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi umum berbasis energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

PT Blue Bird Tbk menghadirkan layanan Bluebird Prime di Kota Semarang dengan menggunakan armada kendaraan listrik BYD E6. Pada tahap awal, sebanyak 10 unit taksi listrik dioperasikan untuk melayani perjalanan masyarakat, baik di dalam Kota Semarang maupun menuju sejumlah titik transportasi seperti bandara.

Ahmad Luthfi mencoba langsung taksi listrik tersebut didampingi Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono, Senin, 24 Agustus 2026. Setelah merasakan langsung perjalanan menggunakan kendaraan listrik, ia menilai armada tersebut memberikan kenyamanan bagi penumpang.

"Taksi listrik ini menjadi terobosan. Sangat nyaman, tidak ada suaranya, tidak ada polusi udara dan dapat menghemat penggunaan energi fosil," kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, pemanfaatan kendaraan listrik perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi transportasi di Jawa Tengah. Penggunaan energi yang lebih bersih dinilai dapat mendukung arah pembangunan daerah menuju konsep green economy atau ekonomi hijau.

Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah provinsi saat ini juga mengkaji kemungkinan penggunaan energi listrik pada berbagai moda transportasi umum lainnya. Kajian tersebut mencakup transportasi Trans, taksi hingga layanan travel.

"Kami sedang mengkaji, termasuk untuk transportasi Trans, taksi maupun travel. Semuanya sedang dikaji oleh Dinas Perhubungan agar ke depan penggunaan energi yang lebih bersih bisa benar-benar dikedepankan," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan energi terbarukan tidak hanya diarahkan pada sektor transportasi. Pemprov Jawa Tengah juga mulai mendorong pemanfaatan energi terbarukan pada berbagai fasilitas dan infrastruktur pemerintahan.

"Termasuk penggunaan panel surya di lingkungan perkantoran serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono mengatakan, Semarang menjadi kota pertama di Jawa Tengah yang menjadi lokasi pengoperasian taksi listrik Bluebird.

"Ke depan akan kita review dan melihat kemungkinan untuk dikembangkan dengan tipe-tipe kendaraan lainnya," kata Sigit.

Ia menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen Bluebird melalui program keberlanjutan Blue Sky untuk mengurangi jejak karbon. Secara nasional, Bluebird saat ini telah mengoperasikan hampir 1.000 kendaraan listrik yang tersebar di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan Semarang.

Menurut Sigit, kendaraan listrik juga menawarkan potensi penghematan dari sisi penggunaan bahan bakar dan kebutuhan suku cadang. Namun, pengembangan armada listrik tetap harus mempertimbangkan harga pembelian kendaraan yang saat ini relatif tinggi.

"Kalau dari penghematan, tentunya dari BBM cukup banyak. Dari sparepart juga cukup banyak, tetapi kami juga tetap mempertimbangkan harga pembelian kendaraan yang saat ini masih relatif tinggi. Karena itu, penghematan biaya operasional perlu dilihat secara keseluruhan," ujarnya.

Bluebird juga masih mengevaluasi jenis kendaraan listrik yang paling sesuai dengan kebutuhan transportasi masyarakat. Armada BYD E6 yang digunakan untuk layanan Bluebird Prime memiliki kapasitas lebih besar dengan ruang kabin dan bagasi yang lebih luas.

Dari sisi infrastruktur, Sigit menyebut ketersediaan fasilitas pengisian kendaraan listrik di Semarang terus berkembang. Bluebird juga menyiapkan fasilitas pengisian daya tambahan di pool untuk mendukung operasional armada.

"Untuk charging, kami tidak merasa kesulitan. Penambahan fasilitas pengisian listrik cukup banyak, terutama di Semarang. Di pool kami juga bisa menyiapkan charging tambahan untuk kebutuhan armada," katanya.

Kehadiran taksi listrik tersebut menjadi salah satu langkah awal pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih di Jawa Tengah. Pemerintah daerah dan pelaku usaha diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik agar penggunaannya dapat diperluas pada berbagai layanan transportasi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....