Festival Jamu dan Kuliner, Kenalkan Ragam Daerah dan Hadirkan Daya Tarik Wisata
- 21 Agt 2026 07:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Festival Jamu dan Kuliner XI 2026 menjadi salah satu event promosi pariwisata Jawa Tengah digelar di halaman Kantor Gubernur Jateng, Kamis, 20 Agustus 2026. Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah ini memamerkan kekuatan jamu dan kuliner.
Kegiatan yang diikuti 50 tenant dari 35 kabupaten / kota se-Jateng ini diselenggarakan untuk memperkenalkan keragaman daerah, sekaligus membangun daya tarik wisata. Serta mendorong masyarakat untuk berkunjung dan menjelajahi berbagai destinasi di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah Dr Ir AR Hanung Triyono menuturkan, festival jamu dan kuliner ini akan berlangsung hingga hari Sabtu, 22 Agustus 2026. Berbagai jamu dan kuliner ini merepresentasikan kekayaan Jawa Tengah dalam satu ruang.
"Berbagai kuliner khas, produk jamu, tradisi, dan cerita daerah dikemas sebagai konten promosi yang tidak hanya dinikmati pengunjung. Namun juga menjadi sarana untuk mengenalkan karakter dan potensi pariwisata masing-masing daerah," ungkapnya.
Menurut dia, festival itu menghadirkan cafe jamu Djampi Jawi, jamu Sangga Ramu, jamu Djago, jamu Sido Muncul, dan jamu Rempon Dara. Selain itu ada juga kupat tahu Magelang, botok mercon Sragen, mie ongklok Wonosobo, nasi gandul Pati, dawet ayu Banjarnegara, dan nasi liwet Solo.
Ia menjelaskan, pada konteks pemasaran pariwisata, kuliner memiliki kekuatan sebagai travel inspiration. Ada rasa keingintahuan dan ketertarikan masyarakat untuk merasakan pengalaman secara langsung di daerah asalnya.
Hal itu setelah mereka mengenal makanan, jamu, dan tradisi khas suatu daerah. Menurut Hanung, festival ini menjadi media untuk memperluas awareness terhadap destinasi Jawa Tengah, mempopulerkan citra daerah, hingga mendorong minat wisatawan berkunjung ke berbagai kabupaten/ kota.
"Respons masyarakat tinggi, terbukti dengan catatan ada 32.432 pengunjung dengan nilai transaksinya mencapai Rp425,46 juta selama tiga hari," jelasnya. Tahun 2026, festival ini harapannya mampu memperluas jangkauan promosi, mendongkrak kunjungan, serta memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha dan daerah.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pemprov ingin menjadikan jamu dan kuliner sebagai kekuatan komunikasi pariwisata, mengenalkan karakter daerah, serta menghadirkan ketertarikan wisatawan. Hingga kemudian, sasaran akhirnya mampu mendongkrak kunjungan wisatawan masuk ke provinsi ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....