Berhasil Tata Kelola Bisnis, Laba Pupuk Indonesia Melejit

  • 13 Agt 2026 18:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pupuk Indonesia berhasil mendapatkan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun pada periode Januari - Juni 2026, atau naik 253% jika dibanding semester pertama periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51% dengan peningkatan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization(EBITDA) sebesar 140% menjadi Rp14,28 triliun.

Peningkatan ini terjadi seiring pertumbuhan volume produksi dan efisiensi biaya operasional. Hal tersebut sejalan dengan upaya transformasi dan bisnis perusahaan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan, efisiensi operasional dan disiplin biaya Perusahaan, secara konsisten memungkinkan perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan dengan atau tanpa momentum siklus harga komoditas."Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan,” ujar Rahmad dalam keterangan resminya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, transformasi memastikan kinerja perusahaan tetap adaptif dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Perusahaan menerapkan diversifikasi sumber pendapatan dengan memperkuat kontribusi segmen non-subsidi dan produk nonpupuk.

"Kami juga memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku. Untuk meredam dampak volatilitas harga komoditas global terhadap struktur biaya," ucapnya.

Selama beberapa tahun terakhir, lanjut Rahmad, pihaknya melakukan upaya transformasi bisnis secara menyeluruh, di antaranya melalui operational & digital excellence, penguatan holding business streamlining, hingga distribusi public service obligation serta penguatan komersial. "Dari sisi tata kelola transformasi perusahaan didukung oleh penerbitan Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2025 yang menjadi titik balik efisiensi operasional perusahaan," ucapnya.

Seiring dengan agenda transformasi, ia mengungkapkan, perusahaan juga berkomitmen melakukan peremajaan atau revitalisasi 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan. Tak hanya itu, dalam beberapa tahun ke depan Pupuk Indonesia juga menyiapkan sejumlah langkah strategis pengembangan.

"Di antaranya ekspansi dan diversifikasi portofolio produk. Seperti pengembangan metanol dan turunannya; pengembangan bisnis clean ammonia; pengembangan bisnis industrial support, dan sebagainya," katanya.

Di sisi lain, transformasi yang dijalankan Pupuk Indonesia juga memberikan dampak positif bagi petani, dengan semakin mudahnya akses terhadap pupuk bersubsidi. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi, meningkat 10,68% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Distribusi menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran," katanya.

Hingga 12 Juli 2026 Pupuk Indonesia sudah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 5,13 juta ton atau 52% dari alokasi 9,8 juta ton yang ditetapkan Pemerintah. Di sisi operasional, Pupuk Indonesia menjadikan efisiensi dan optimalisasi aset sebagai praktik bisnis yang berkelanjutan.

“Bagi kami, keberlanjutan laba bukan soal mengejar angka tertinggi tiap tahun. Akan tetapi, memastikan fondasi yang cukup kuat untuk tetap tumbuh meski kondisi global berubah-ubah ” ujar Rahmad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....