BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Tengah Gejolak Global Lewat FAJAR 2026
- 06 Agt 2026 17:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia (BI) menjadikan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 sebagai momentum memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Melalui penguatan literasi dan Halal Value Chain, sektor ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pembukaan FAJAR 2026 di Queen City Mall Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 itu dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan dunia saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber-sumber pertumbuhan baru yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, serta menghadirkan pemerataan ekonomi.
Menurut Noor, ekonomi dan keuangan syariah memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut. Jawa Tengah dinilai memiliki modal besar melalui keberadaan pondok pesantren, UMKM, industri halal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Karena itu, FAJAR 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain”. Tema tersebut dipilih untuk mempercepat pemanfaatan potensi ekonomi syariah yang terus berkembang di Jawa Tengah.
Noor menegaskan penguatan literasi menjadi kunci agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan produk serta layanan ekonomi syariah. Di saat yang sama, pengembangan Halal Value Chain diperlukan agar ekosistem halal dapat terbangun secara menyeluruh dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ia menjelaskan pengembangan ekonomi syariah tidak cukup berhenti pada produk yang telah bersertifikat halal. Yang dibutuhkan adalah keterhubungan dari hulu hingga hilir, mulai produksi, pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran sehingga mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha.
"Kegiatannya banyak dari hulu ke hilir mulai dari untuk rumah potong hewan dan unggas yang sudah di disertifikasi dan juga penggilingan. Lalu kita juga untuk produksinya para UMKM dan pengusaha eh usaha syariah lainnya itu juga disertifikasi halal, supply dan demand-nya kalau ketemu ini bisa jadi eh sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah," ujarnya usai membuka.
Sebagai bagian dari penguatan literasi, Bank Indonesia bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah telah mendorong pembentukan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES). Program tersebut melibatkan sekitar 450 guru dan kepala sekolah SMA di Jawa Tengah untuk mengenalkan nilai-nilai ekonomi syariah kepada generasi muda.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, Festival Jateng Syariah merupakan hasil sinergi panjang antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. "Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia sudah lama untuk menumbuhkan ekonomi syariah," kata Taj Yasin.
Menurutnya, arah pembangunan tersebut akan semakin diperkuat pada 2027. Hal itu bersamaan dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan dan pariwisata ramah muslim.
Untuk diketahui, FAJAR 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti business matching pembiayaan, digitalisasi keuangan sosial syariah, Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE), serta forum bisnis pesantren. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dan berdaya saing.
Melalui FAJAR 2026, Bank Indonesia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pesantren, lembaga keuangan, dan masyarakat semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di tengah gejolak ekonomi global.
Dalam pembukaan FAJAR 2026, turut diwarnai kegiatan penetapan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), sertifikasi halal bagi pelaku usaha, serta program wakaf sosial. Ada juga bazar UMKM binaan bank Indonesia yang bisa dinikmati masyarakat di Queen City Mall Semarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....