Penjualan Kendaraan Listrik Meningkat, Masyarakat Diyakini Semakin Percaya ke EV

  • 04 Agt 2026 19:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kontribusi kendaraan listrik dan hybrid terhadap pertumbuhan pasar otomotif nasional, sementara penjualan mobil berbahan bakar konvensional justru mengalami penurunan.

CEO INDOMOBIL Dealership Group, Santiko Wardoyo, mengatakan secara nasional pasar otomotif mengalami pertumbuhan sekitar 21 persen. Namun, peningkatan tersebut terutama ditopang oleh penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan hybrid.

"Kalau kita lihat, total pasar nasional naik sekitar 21 persen. Kenaikan itu ternyata banyak ditunjang oleh mobil listrik dan hybrid. Sementara mobil berbahan bakar konvensional (ICE) justru turun sekitar delapan persen," kata Santiko usai pembukaan INDOMOBIL Expo Semarang 2026 di 23 Semarang Shopping Center, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Santiko, tren positif tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga mulai terlihat di berbagai daerah. Ia mencontohkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Palembang yang meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan masyarakat mulai percaya dan beralih menggunakan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.

Salah satu faktor yang mendorong peralihan tersebut adalah efisiensi biaya operasional. Menurut Santiko, biaya penggunaan kendaraan listrik dinilai lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, terutama di tengah harga bahan bakar yang terus mengalami kenaikan.

Selain itu, biaya perawatan kendaraan listrik juga jauh lebih rendah karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal yang memerlukan penggantian oli maupun komponen mesin secara berkala.

"Perawatan mobil listrik sangat minim. Interval servisnya hampir dua kali lebih panjang dibandingkan mobil bensin karena tidak ada mesin yang membutuhkan penggantian oli secara rutin," ujarnya.

Ia juga menyebut biaya kepemilikan kendaraan listrik semakin kompetitif karena adanya insentif pada pajak kendaraan bermotor. Menurutnya, biaya pajak tahunan kendaraan listrik jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional sehingga menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih kendaraan yang lebih ekonomis.

Kemudahan pengisian daya juga menjadi alasan meningkatnya minat masyarakat. Santiko menilai semakin banyak pengguna yang memanfaatkan pengisian daya di rumah sehingga lebih praktis dan hemat.

"Masyarakat sekarang mulai sadar bahwa pulang kerja tinggal mengisi daya di rumah, ditinggal tidur, pagi kendaraan sudah siap digunakan kembali. Biayanya juga jauh lebih murah dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak," katanya.

Selain faktor efisiensi, Santiko menilai perkembangan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus bertambah turut meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Melalui penyelenggaraan INDOMOBIL Expo Semarang 2026, pihaknya ingin memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah, bahwa kendaraan listrik kini semakin layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Yang paling penting bukan hanya mengejar penjualan, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa tidak perlu ragu menggunakan kendaraan listrik. Infrastruktur SPKLU terus berkembang, biaya operasional lebih hemat, dan perawatannya juga lebih efisien," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....