Mazda Resmikan Pabrik Perakitan Pertama di Indonesia, Investasi Capai Rp400 M

  • 29 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Bogor – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, resmi meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peresmian tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian, Mazda Motor Corporation, dan Eurokars Group.

Pabrik ini menjadi tonggak baru bagi perjalanan Mazda di Indonesia. Setelah menjadi Agen Pemegang Merek sejak 2017, Mazda kini mulai merakit kendaraan secara lokal sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia.

Mazda menginvestasikan lebih dari Rp400 miliar untuk membangun fasilitas perakitan di atas lahan hampir 65 ribu meter persegi. Pabrik tersebut dilengkapi lini produksi, fasilitas pengujian kualitas, lintasan uji kendaraan, serta berbagai sarana pendukung yang mengacu pada standar manufaktur global Mazda.

Pada tahap awal, Mazda Indonesia Plant memproduksi Mazda CX-30 sebagai model pertama yang dirakit di dalam negeri. Kapasitas produksi mencapai lebih dari 10 ribu unit per tahun melalui operasional dua shift dan akan ditingkatkan sesuai perkembangan pasar.

Berbeda dengan fasilitas perakitan bersama, Mazda Indonesia Plant dibangun khusus untuk kendaraan Mazda. Seluruh proses produksi, mulai dari penerimaan komponen hingga perakitan kendaraan, dilakukan menggunakan sistem digital yang memungkinkan setiap tahapan terdokumentasi secara menyeluruh.

Setelah proses perakitan selesai, setiap kendaraan menjalani serangkaian pengujian kualitas. Mulai dari penyetelan bodi, penyelarasan roda, uji jalan, pengujian kebocoran air, inspeksi bagian bawah kendaraan, hingga pemeriksaan akhir sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Presiden Direktur PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan peresmian pabrik tersebut merupakan fondasi penting bagi masa depan Mazda di Indonesia sekaligus bukti komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama industri otomotif nasional. Menurut Ricky, ke depan fasilitas tersebut juga dipersiapkan untuk merakit model-model Mazda lainnya, meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, serta memperluas penggunaan komponen dalam negeri tanpa mengurangi standar kualitas global Mazda.

"Mazda juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Seluruh tenaga produksi mendapatkan pelatihan langsung dari Mazda Motor Corporation, termasuk transfer teknologi, penerapan filosofi manufaktur Mazda, dan budaya kerja yang mengutamakan kualitas pada setiap proses produksi," katanya melalui keterangan pers, Selasa, 28 Juli 2026.

Senior Executive Officer ASEAN Business Office Mazda Motor Corporation, Toru Nakajima, menegaskan Mazda mendukung penuh pengembangan pabrik di Indonesia melalui transfer pengetahuan manufaktur, sistem produksi, dan manajemen kualitas. Tujuannya agar setiap kendaraan yang dirakit memenuhi standar global Mazda.

Pemerintah turut mengapresiasi investasi tersebut. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyebut kehadiran pabrik Mazda akan memberikan nilai tambah bagi industri nasional melalui peningkatan aktivitas manufaktur, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penyerapan tenaga kerja.

Dengan beroperasinya Mazda Indonesia Plant, Mazda berharap dapat memperkuat industri otomotif nasional. Hal ini sekaligus membuka peluang peningkatan kandungan lokal, kolaborasi dengan industri pendukung, serta pengembangan pasar ekspor seiring pertumbuhan bisnis perusahaan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....