Tren Mobil Listrik Naik, Mobil Bekas Tetap Punya Pasar di Semarang
- 22 Jul 2026 07:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil listrik tidak membuat pasar mobil bekas kehilangan peminat. Di Semarang, kedua segmen kendaraan tersebut masih tumbuh karena menjawab kebutuhan konsumen yang berbeda.
Tim Marketing Polytron, Dinda Audri Annisa F, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap mobil listrik terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, efisiensi biaya operasional dan kenyamanan berkendara menjadi alasan utama masyarakat mulai beralih ke kendaraan listrik.
"Kalau menurut saya, minat masyarakat terhadap mobil listrik sangat tinggi. Sekarang sudah banyak mobil listrik di jalan dan konsumen merasa lebih nyaman menggunakannya," ujar Dinda saat ditemui, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain lebih nyaman, kata Dinda, mobil listrik juga menawarkan biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya untuk BBM, sementara biaya perawatan juga relatif lebih rendah karena komponen mesin yang lebih sederhana.
Meski demikian, ia menilai harga kendaraan listrik maupun mobil baru yang masih cukup tinggi membuat sebagian masyarakat tetap memilih mobil bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau. "Meskipun minat masyarakat terhadap mobil listrik terus meningkat, pasar mobil bekas di Semarang masih menunjukkan pertumbuhan yang positif," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Tim Marketing Setir Kanan Semarang, Nafi Maulah Rahmat. Ia mengatakan penjualan mobil bekas pada tahun ini masih mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya karena banyak konsumen mempertimbangkan faktor harga.
"Kalau dari tahun sebelumnya sampai tahun sekarang meningkat. Mobil baru sekarang mahal, jadi banyak yang memilih mobil bekas," ujarnya.
Menurut Nafi, mobil jenis MPV masih menjadi model yang paling banyak diminati masyarakat. Kendaraan tersebut dinilai memiliki kapasitas yang sesuai untuk kebutuhan keluarga sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai kendaraan penunjang usaha.
Sementara itu, salah seorang pembeli mobil bekas di Semarang, Farika, mengaku memilih kendaraan bekas setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarganya. Menurutnya, selisih harga yang cukup besar antara mobil baru dan mobil bekas menjadi alasan utama dalam mengambil keputusan pembelian.
"Saya mempertimbangkan kondisi ekonomi. Perbedaan harga cukup jauh antara mobil baru dan mobil bekas, sehingga lebih memilih mobil bekas," kata Farika.(Indri/Mg)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....