Siap Tampung Relokasi Industri Vietnam, Jateng Percepat Penguatan Pelabuhan
- 01 Jul 2026 20:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Jawa Tengah mempercepat penguatan infrastruktur pelabuhan untuk menyambut peluang relokasi industri padat karya dari Vietnam. Langkah tersebut dilakukan agar provinsi ini semakin kompetitif sebagai tujuan investasi baru di tengah persaingan kawasan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, sejumlah investor mulai melirik Jawa Tengah sebagai lokasi pemindahan industri dari Vietnam. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Jawa Tengah untuk menarik investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah,” ujar Luthfi saat menerima kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Semarang, Rabu, 1 Juli 2026.
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Pemprov Jawa Tengah meminta dukungan BKSAP DPR RI dalam memperluas akses pasar internasional. Jejaring diplomasi parlemen dinilai dapat membantu memperkenalkan potensi investasi Jawa Tengah kepada berbagai negara.
Selain promosi investasi, kesiapan sektor logistik menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Luthfi menyebut kebutuhan logistik kontainer nasional mencapai sekitar 10 juta per tahun, dengan sekitar 7 juta kontainer berasal dari Jawa Tengah.
Namun, sebagian besar arus kontainer dari Jawa Tengah masih bergantung pada pelabuhan di luar provinsi. Ia menyebut, saat ini, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang baru melayani sekitar 30 persen kebutuhan kontainer, sedangkan sisanya masih melalui pelabuhan di Jawa Timur dan Jakarta.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah mendorong percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas untuk meningkatkan kapasitas layanan logistik. “Kalau perlu dibuka pelabuhan di Kendal, Batang, Rembang, maupun Cilacap, kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan dry port di Kendal dan Batang,” ujarnya.
Menurut Luthfi, penguatan pelabuhan dan jaringan distribusi menjadi faktor penting dalam menarik investor. Infrastruktur logistik yang efisien akan menekan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing kawasan industri di Jawa Tengah.
Kesiapan tersebut didukung oleh tren investasi yang terus tumbuh. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp23 triliun dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja, sementara sepanjang 2025 investasi mencapai Rp110 triliun.
Di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global, Jawa Tengah terus berupaya memaksimalkan berbagai peluang investasi yang ada. Relokasi industri dari Vietnam dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat industri padat karya nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh menilai peluang ekspor Jawa Tengah juga akan semakin terbuka. Perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa yang diproyeksikan berlaku efektif pada 2027 diyakini dapat meningkatkan akses produk Indonesia ke pasar Eropa tanpa hambatan tarif yang signifikan.
"Ini menjadi potensi baru bagi Jawa Tengah untuk membuka pasar ke Eropa. Banyak produk Indonesia nantinya sudah tidak lagi terkendala tarif ketika masuk ke pasar Uni Eropa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....