BYD Kenalkan M6 Cross Hybrid, Solusi Transisi dari Mobil Bensin ke EV

  • 15 Jun 2026 20:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang, – PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan teknologi DM (Dual Mode) melalui varian terbaru BYD M6 Cross Hybrid. Kendaraan ini digadang-gadang sebagai solusi kendaraan hemat energi yang menggabungkan keunggulan mobil listrik dan mesin berbahan bakar bensin.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi DM bukanlah hal baru bagi BYD. Secara global, teknologi tersebut telah dikembangkan dan digunakan selama bertahun-tahun sebagai salah satu tulang punggung penjualan kendaraan BYD.

"Secara global, hampir 50 persen dari total penjualan BYD yang telah mencapai 16,5 juta unit merupakan kendaraan dengan teknologi DM. Jadi sebenarnya teknologi ini sudah sangat matang, hanya saja baru kami hadirkan ke Indonesia pada saat yang kami anggap tepat," kata Luther saat ditemui di Semarang, Senin 15 Juni 2026.

Teknologi DM atau Dual Mode bekerja dengan menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dalam satu sistem penggerak. Pada kondisi tertentu, kendaraan dapat melaju menggunakan tenaga listrik layaknya mobil listrik murni (EV).

Ketika daya baterai berkurang atau kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar untuk perjalanan jauh, mesin bensin akan bekerja secara otomatis. Hal ini untuk membantu menggerakkan kendaraan sekaligus mengisi daya baterai.

Dengan sistem tersebut, konsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih efisien dibanding mobil konvensional. Sebab dalam penggunaan sehari-hari, kendaraan lebih banyak mengandalkan motor listrik yang memiliki efisiensi energi lebih tinggi.

Menurut Luther, teknologi DM menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman berkendara kendaraan listrik namun masih memiliki kekhawatiran terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya atau jarak tempuh kendaraan.

"Masih ada konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni. Teknologi DM memberikan solusi karena pengguna tetap bisa menikmati efisiensi kendaraan listrik, tetapi tidak perlu khawatir soal jarak tempuh karena masih didukung mesin bensin," ujarnya.

BYD juga melihat teknologi hybrid menjadi semakin relevan di tengah tingginya harga bahan bakar dan kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang lebih hemat operasional. Selain mengedepankan efisiensi, BYD M6 Cross Hybrid dirancang sesuai karakter pasar Indonesia yang membutuhkan kendaraan keluarga berkapasitas tujuh penumpang, memiliki daya tahan tinggi, serta harga yang terjangkau.

"Karakter konsumen Indonesia menginginkan kendaraan seven seater, kuat, nyaman digunakan sehari-hari, dan yang terpenting irit. Teknologi DM menjawab kebutuhan tersebut karena kendaraan dapat beroperasi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibanding mobil konvensional," jelas Luther.

Ia menegaskan kehadiran BYD M6 Cross Hybrid bukan untuk bersaing dengan lini kendaraan listrik BYD yang sudah lebih dahulu dipasarkan di Indonesia. Sebaliknya, model ini ditujukan bagi pengguna kendaraan berbahan bakar bensin yang masih ragu beralih langsung ke mobil listrik murni.

Dengan pendekatan tersebut, BYD berharap teknologi DM dapat mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi masyarakat Indonesia.

Secara nasional, BYD M6 Cross Hybrid dipasarkan dengan harga mulai Rp298 juta hingga Rp380 juta dan tersedia dalam lima varian, yakni Standard, Classic, Advance, Superior, dan Premium.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....