Mobilitas Warga Kota Semarang Tinggi, Bajaj Maxride Perluas Ekspansi Layanan

  • 11 Jun 2026 16:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bajaj Maxride Indonesia melakukan ekspansi layanan secara agresif di Kota Semarang. Hal ini terlihat dari pertumbuhan mobilitas masyarakat sekitar yang sering menggunakan transportasi tersebut. Saat ini, pihaknya telah membuka operasional di enam wilayah baru, yakni Ngaliyan, Manyaran, Sekaran, Tembalang, Semarang Barat, dan Banyumanik.

Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, Muhammad Rio, mengatakan permintaan layanan transportasi di Semarang terus mengalami peningkatan. Namun jumlah armada yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

“Kami melihat Semarang memiliki potensi yang sangat besar. Permintaan perjalanan terus bertumbuh, terutama di kawasan permukiman, pusat pendidikan, pusat bisnis, dan destinasi wisata,” katanya kepada media, Rabu, 10 Juni 2026.

Selain itu, ekspansi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa sektor transportasi perkotaan di Semarang masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Sejumlah kawasan yang menjadi target perluasan merupakan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan pendidikan, permukiman, pusat bisnis hingga destinasi wisata.

City Manager Bajaj Semarang, Adam Mahendra, mengatakan enam wilayah baru dibuka ini didasarkan pada tingginya permintaan pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. "Saat ini tantangan terbesar kami justru bukan mencari penumpang, melainkan memastikan ketersediaan armada agar seluruh permintaan dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Adam mengatakan, tingginya mobilitas masyarakat di sejumlah titik aktivitas seperti Kota Lama, Simpang Lima, Tugu Muda, hingga kawasan kampus menjadi indikator meningkatnya kebutuhan transportasi jarak dekat yang cepat dan mudah diakses. "Seperti kawasan Banyumanik, Tembalang, dan Sekaran menjadi wilayah yang sangat potensial karena didukung kepadatan penduduk yang tinggi, keberadaan kampus, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang," ucapnya.

Saat ini Bajaj Semarang mengoperasikan sekitar 130 unit armada. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 200 hingga 250 unit untuk melayani seluruh wilayah Kota Semarang secara optimal.

Salah satu investor armada Bajaj di Semarang, Gilbert Fedrick Purba, mengaku mulai berinvestasi setelah melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan transportasi tersebut. Saat ini, ia mengelola 15 unit armada yang beroperasi setiap hari. “Tujuan awal saya sebenarnya sederhana, yaitu untuk menambah penghasilan," ujarnya,

Sebelum memutuskan investasi, ia mempertimbangkan berbagai aspek dan membandingkan beberapa pilihan usaha. "Pada akhirnya, saya menjatuhkan pilihan kepada Bajaj karena menurut saya prospeknya ke depan cukup baik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....