ParagonCorp Angkat Potensi Bioekonomi Indonesia di Forum Global London

  • 04 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – ParagonCorp memperkenalkan potensi bioekonomi hutan Indonesia dalam ajang Partnership for Forests Conference (P4F) di London. Dalam forum internasional yang didukung Pemerintah Inggris tersebut, ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia yang berpartisipasi tahun ini.

Melalui forum tersebut, ParagonCorp mengangkat pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang dikelola secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. Salah satu yang diperkenalkan adalah prototipe produk berbasis Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) yang tumbuh di Kalimantan Barat.

Bahan tersebut dipanen oleh komunitas Dayak dengan mengikuti siklus alami pohon tanpa membuka lahan baru maupun melakukan deforestasi. Model pemanfaatan tersebut dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan.

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat besar. Kekayaan ini dapat dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, Illipe Butter menjadi salah satu contoh hasil hutan nonkayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai sektor industri, termasuk industri kecantikan. Berbeda dengan komoditas yang membutuhkan pembukaan lahan baru, pemanfaatan hasil hutan nonkayu memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Meski demikian, ParagonCorp menegaskan bahwa eksplorasi terhadap Illipe Butter masih berada pada tahap awal riset dan pengembangan. Kehadiran bahan tersebut dalam forum P4F lebih ditujukan untuk membuka diskusi mengenai peluang pengembangan bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Selain memperkenalkan potensi hasil hutan nonkayu, ParagonCorp juga menyoroti pentingnya memandang hutan sebagai ekosistem yang memiliki banyak fungsi. Hutan tidak hanya berperan menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan iklim, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, ParagonCorp bersama Indika Nature dan CFES turut mendukung perlindungan sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa liar, seperti Macan Dahan Borneo, Pangolin, Rangkong Gading, Bekantan, Beruang Madu, Owa Kelawat, dan Binturong.

Bagi ParagonCorp, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan. Akan tetapi, juga menyangkut upaya menjaga sumber daya alam dan komunitas yang terlibat dalam rantai pasok.

"Kami percaya masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem dan komunitas yang mendukung inovasi tersebut. Perjalanan ini masih panjang, dan kami terus belajar untuk melangkah ke arah yang lebih baik,” ujar Sari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....