ParagonCorp Angkat Kisah Petani Nilam Sulawesi di Forum Global London

  • 04 Jun 2026 17:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – ParagonCorp membawa kisah petani nilam Sulawesi ke panggung internasional melalui ajang Partnership for Forests Conference (P4F) yang berlangsung di Barbican Conservatory, London pada 29 Mei 2026. Dalam forum yang mempertemukan pelaku bisnis, investor, dan organisasi keberlanjutan dari berbagai negara tersebut, ParagonCorp menjadi satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia yang berpartisipasi tahun ini.

Kehadiran ParagonCorp di forum global tersebut menyoroti peran penting petani nilam Indonesia dalam rantai pasok industri parfum dunia. Indonesia sendiri selama ini dikenal sebagai pemasok sekitar 80 persen kebutuhan nilam dunia, komoditas yang telah menjadi bagian penting industri wewangian global sejak abad ke-19.

Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan kontribusi Indonesia dalam rantai pasok nilam dunia tidak terlepas dari kerja keras para petani yang selama ini jarang mendapat sorotan.

"Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam rantai pasok patchouli dunia. Namun yang sering terlupakan adalah para petani yang berada di balik komoditas tersebut," ujar dr. Sari dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.

Melalui forum tersebut, ParagonCorp mengangkat kisah rantai pasok nilam dari Sulawesi yang melibatkan lebih dari 700 petani aktif dalam jaringan yang telah mengantongi sertifikasi For Life dari Ecocert. Program tersebut mencakup pelatihan pertanian, dukungan kesehatan dan keselamatan kerja, serta penerapan praktik budidaya berkelanjutan.

Nilam atau patchouli merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri parfum dunia. Namun keberlanjutan pasokannya sangat bergantung pada kondisi lahan, kesejahteraan petani, dan praktik budidaya yang diterapkan secara konsisten.

ParagonCorp mendorong pendekatan pertanian regeneratif dalam pengelolaan lahan nilam. Setelah empat kali panen dalam kurun waktu sekitar 15 bulan, lahan diistirahatkan melalui sistem rotasi tanaman untuk membantu memulihkan kesuburan tanah.

Selain itu, limbah hasil penyulingan nilam juga dimanfaatkan kembali sebagai kompos yang dikembalikan ke lahan pertanian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga siklus alami tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang.

"Dibutuhkan sekitar 250 kilogram daun patchouli segar untuk menghasilkan 1 kilogram minyak. Angka tersebut menunjukkan betapa besar kerja keras para petani dalam menghasilkan bahan yang kemudian digunakan dalam berbagai produk parfum di pasar global," ujar dr. Sari.

ParagonCorp menilai keberlanjutan rantai pasok tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga menyangkut dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan. Karena itu, perusahaan berupaya membangun sistem rantai pasok yang lebih transparan dan bertanggung jawab bersama para mitra serta komunitas yang terlibat.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang beauty technology, ParagonCorp terus mengembangkan berbagai inovasi yang memperhatikan aspek keberlanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Kami menyadari perjalanan ini masih panjang. Namun kami percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah-langkah yang dilakukan secara konsisten. Bagi kami, kemajuan lebih penting daripada kesempurnaan," kata dr. Sari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....