Semen Indonesia Tingkatkan Belanja Suku Cadang Lokal Jadi Rp809 Miliar

  • 30 Apr 2026 08:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – Semen Indonesia mencatat peningkatan belanja suku cadang lokal pada 2025 mencapai Rp809 miliar. Angka tersebut naik 2,79 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp787 miliar, bahkan melonjak 164,3 persen dari baseline 2020 yang tercatat Rp306 miliar.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, mengatakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

“Untuk mendukung peningkatan TKDN secara berkelanjutan, kami secara aktif mengembangkan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu, 29 April 2026.

Ia menambahkan, perusahaan juga menerapkan prinsip sustainable procurement untuk memperkuat pemasok domestik sekaligus menjaga daya saing. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi berbasis ESG (Environmental, Social, Governance).

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, Semen Indonesia mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri mulai dari pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri.

Komitmen tersebut tercermin dari realisasi belanja produk dalam negeri pada 2025 yang mencapai Rp21,79 triliun atau setara 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun. Strategi ini dinilai mampu memperkuat fundamental bisnis melalui efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional.

Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan inovasi produk, termasuk semen rendah karbon berbasis bahan baku domestik untuk mendukung efisiensi energi dan penurunan emisi. “Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Ke depan, Semen Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dengan pelaku industri dalam negeri. Hal itu guna membangun rantai pasok yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....