Gaet Investor, BI Jateng Bersiap Gelar Central Java Investment Business
- 29 Apr 2026 14:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah bersiap menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) pada 11–12 Mei 2026. Forum ini menjadi strategi utama menarik investor asing dan domestik di tengah tekanan global yang kian berat akibat konflik geopolitik.
Perekonomian Jawa Tengah sendiri masih menunjukkan kinerja solid di tengah ketidakpastian global. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen (yoy) yang ditopang permintaan domestik dan investasi yang kuat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Noor Nugroho menegaskan, kondisi global saat ini memengaruhi daerah dengan ekonomi terbuka seperti Jawa Tengah. Ketergantungan pada ekspor-impor serta investasi asing membuat provinsi ini perlu strategi agresif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Melalui CJIBF, Bank Indonesia ingin memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi ekonomi Jawa Tengah kepada calon investor. Forum ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat arus investasi sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha.
"Central Java Investment Business forum ini merupakan rangkaian kegiatan rutin tahunan kita yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonensia (KPWBI) Provinsi Jawa Tengah. Ini bekerja sama dengan Pemprov melalui DPMPTSP dan juga yang tergabung di Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah atau Kris Jateng," ujar Nunu, sapaannya saat Konferensi Pers di kantornya, Rabu 29 April 2026.
Kegiatan ini berfokus pada promosi investasi, penguatan perdagangan, serta fasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dan investor potensial. Adapun tema yang diusung tahun ini adalah penguatan investasi dan pemberdayaan UMKM untuk pertumbuhan hijau dan berkelanjutan, untuk mendorong ekonomi yang inklusif.
"Kita mengambil tema Central Java Driving Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and dan sustainable growth. Jadi kita coba mengakselerasi ekonomi Jawa Tengah ini melalui penguatan di sisi investasinya dan juga lebih memberdayakan UMKM untuk pertumbuhan yang lebih ramah lingkungan dan juga sustainable," ujarnya.
Forum ini memiliki empat tujuan utama, mulai dari meningkatkan iklim investasi hingga mempromosikan peluang proyek unggulan di 35 kabupaten/kota. Selain itu, CJIBF juga mempertemukan langsung pemilik proyek dengan investor melalui sesi one-on-one meeting yang lebih mendalam.
Berbagai agenda disiapkan, mulai dari talk show, penandatanganan letter of intent (LoI), hingga penghargaan Investment Challenge bagi daerah dengan proyek terbaik. Kegiatan ini juga menghadirkan pameran proyek investasi dan produk UMKM unggulan Jawa Tengah.
"KPw BI Provinsi Jawa Tengah juga menyelenggarakan kegiatan UMKM Grande 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 hingga 11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang tersebut mengangkat tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”, " ungkapnya.
Investor akan difasilitasi untuk menjalin jejaring melalui sesi networking dan jamuan makan malam. Pada hari kedua, peserta berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek untuk melihat potensi investasi secara nyata.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta perwakilan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Forum ini juga akan diikuti pelaku bisnis, akademisi, perbankan, hingga perwakilan negara sahabat.
Bank Indonesia menargetkan capaian CJIBF 2026 melampaui hasil tahun sebelumnya yang berhasil menghimpun 60 LoI senilai Rp75 triliun. Selain investasi, forum ini juga diharapkan memperluas kemitraan antara UMKM dan industri.
"CJIBF sebelumnya juga menghasilkan kerja sama kemitraan UMKM dan industri, perjanjian kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dengan Pemprov Sumatera Selatan. Pemerintah Jawa Tengah mendapatkan penghargaan Pioneer of Economic Empowerment dengan dihadiri oleh delegasi dari 20 negara, mudah-mudahan di 2026 ini kita bisa achieve lebih besar lagi dari tahun sebelumnya" ucapnya.
Dengan partisipasi delegasi dari berbagai negara, CJIBF diyakini menjadi momentum strategis memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai tujuan investasi unggulan. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....