Beroperasi di KEK Batang, Elecmetal Longteng Perkuat Industri Logam Nasional
- 15 Apr 2026 16:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - PT Elecmetal Longteng Indonesia mulai beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Rabu, 15 April 2026. Kehadiran perusahaan asal Amerika Latin di KEK Industropolis ini makin memperkuat posisi Indonesia dalam industri logam global.
Chairman Elecmetal Longteng, Rolando Medeiros mengapresiasi pemerintah Indonesia dalam percepatan pembangunan, sarana pendukung. Berkat kecepatan dalam infrastruktur pendukung akhirnya dapat diselesaikan selama kurun waktu 15 bulan.
"Ini bagian dari strategi ekspansi global perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Beberapa negara lain yang telah memfasilitasi perusahaan kami di antaranya Tiongkok, Zambia, Amerika Serikat, Chili, dan Peru,” ucapnya.
Indonesia merupakan lokasi yang strategis untuk memperluas pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Meksiko, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat. "Indonesia bisa jadi batu loncatan untuk menjangkau pasar global dengan standar kualitas yang sama seperti di negara lain,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, pihaknya menargetkan kapasitas produksi sebesar 130.000 ton media penggilingan per tahun, yang akan ditingkatkan hingga 200.000 ton pada fase berikutnya. Manfaatnya dapat menyerap 150 tenaga kerja bahkan bisa bertambah seiring kebutuhan.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mendukung penuh kehadiran industri ini karena akan memperkuat struktur industri logam nasional. Sektor manufaktur masih menjadi penggerak utama ekonomi nasional, dengan pertumbuhan 5,08 persen pada kuartal IV 2025, serta industri logam dasar bahkan tumbuh 14,76 persen.
Menurutnya, industri grinding ball berperan strategis dalam rantai pasok sektor pertambangan dan semen. "Sehingga mendukung hilirisasi sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur nasional,” katanya.
Setelah beroperasinya perusahaan ini, kapasitas produksi grinding ball nasional diproyeksikan meningkat dari semula 280.000 ton menjadi 480.000 ton per tahun. Hal ini diharapkan dapat memperkuat substitusi impor sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk logam bernilai tambah.
Sementara itu, Direktur Utama KITB, Ngurah Wirawan menegaskan, investasi ini menunjukkan efisiensi tinggi dalam proses pembangunan industri. Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan pada Agustus 2024, lalu proses konstruksi dimulai Februari 2025.
“Semua prosesnya menggunakan teknologi robotik untuk meningkatkan keselamatan kerja. Khususnya produk grinding ball bersuhu tinggi,” katanya.
Ia menegaskan, pentingnya produk grinding ball sebagai komponen utama dalam pengolahan mineral seperti nikel, aluminium, tembaga, dan emas. Produksi dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan impor.
"Semoga setelah beroperasinya PT Elecmetal Longteng Indonesia, bisa menjadi katalisator penguatan industri logam nasional. Sekaligus, meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....