Reksa Dana di Jateng Makin Diminati, Investor Melejit Tajam
- 09 Apr 2026 14:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap investasi reksa dana terus menunjukkan lonjakan signifikan. Tren ini tercermin dari pertumbuhan investor yang meningkat pesat dan didominasi oleh instrumen reksa dana.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, saat membuka Road to Pekan Reksa Dana yang digelar Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia(APRDI) di Kantor OJK Semarang, Kamis, 9 April 2026. Ia menyebut reksa dana kini menjadi salah satu pilihan investasi favorit masyarakat.
Berdasarkan data, jumlah Single Investor Identification (SID) di Jawa Tengah tumbuh positif lebih dari 100 persen secara tahunan. Dari total tersebut, mayoritas berasal dari investor reksa dana yang mencapai sekitar 2,16 juta atau hampir 64 persen.
"SID di Jawa Tengah bertumbuh positif sebesar 105 4,29% year on year dengan porsi SID terbesar adalah di SID Reksa Dana yaitu sebesar 2,16 juta atau sebesar 63,98% dari total SID dan ini tumbuh 38,29% year on year. Jadi kita berikan apresiasi kepada pertumbuhan ini kepada masyarakat," paparnya.
Pertumbuhan ini juga diikuti lonjakan nilai penjualan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang meningkat hingga 269 persen per Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan geliat pasar yang semakin kuat, baik dari sisi permintaan maupun transaksi.
Menurut Hidayat, OJK terus mendorong inklusi pasar modal, termasuk pengembangan pasar modal syariah. Langkah ini dilakukan agar sektor pasar modal dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari sisi penawaran, OJK juga mendorong perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan. Sementara dari sisi permintaan, masyarakat terus diedukasi agar semakin percaya dan aktif berinvestasi.
"Itu memang sedang digalakkan oleh OJK. Nah, bagaimana juga sektor pasar modal ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi juga di regional. Ini bukan hanya yang kita monitor terkait dengan penambahan SID juga bagaimana menumbuhkan kan emiten-emiten baru," tuturnya.
Hidayat menyebut tren minat investasi itu kini juga datang dari kalangan generasi muda. Reksa dana dinilai menjadi instrumen yang cocok bagi investor pemula karena dikelola oleh manajer investasi dan diawasi OJK.
“Reksa dana sangat baik untuk tahap awal investasi, sekaligus sebagai sarana pembelajaran sebelum masuk ke instrumen lain,” jelasnya. Meski demikian, instrumen ini tetap menawarkan potensi imbal hasil yang kompetitif.
Untuk memperluas literasi keuangan, APRDI secara konsisten menggelar Road to Pekan Reksa Dana di berbagai kota. Program ini mengusung kampanye “Investasi Setenang #ReksaDanaAja” guna mendorong masyarakat berinvestasi secara aman dan nyaman.
Ketua Panitia Sosedu APRDI 2026, Grasia Kusyanto, menyebut rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada 27 April 2026. Acara tersebut akan digelar serentak bersama OJK di Main Hall Bursa Efek Jakarta.
Sebelumnya, roadshow telah digelar di sejumlah kota seperti Surabaya dan Semarang dengan menyasar kampus-kampus. Kegiatan ini melibatkan diskusi bersama mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman investasi sejak dini.
Di Semarang, sosialisasi dilakukan di berbagai perguruan tinggi seperti Undip, Binus, hingga Unika Soegijapranata. Antusiasme mahasiswa dinilai tinggi, menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap investasi.
"Minggu depan kita lanjut ke Medan, Makassar kemudian Bandung. Sebetulnya lima,tapi kemudian di luar agenda justru kami diundang untuk hadir juga nanti di Palembang," ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat. Dengan begitu, pasar modal dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....