Solar Industri Naik, Apindo Jateng Wanti-wanti Kenaikan Harga Produk Akhir

  • 07 Apr 2026 16:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kenaikan harga solar industri (B40) pada April 2026 sebesar Rp5.100 per liter menjadi sekitar Rp28.150 per liter menekan pelaku usaha di Jawa Tengah. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kenaikan harga produk akhir di pasar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menyebut kenaikan harga energi industri seperti solar dan avtur akan memicu lonjakan biaya logistik dan transportasi. Dampak berantai dari kondisi ini hampir pasti akan mendorong kenaikan harga produk akhir.

Menurut Frans, tekanan biaya ini juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak dunia turut memperbesar beban sektor industri yang bergantung pada energi.

"Kita semua tahu harga minyak global, harga bahan bakar itu akan naik, padahal bahan bakar ini kan kita tahu merupakan suatu bahan yang sangat penting untuk dunia industri. Di samping itu juga kita tahu bahwa bahan-bahan ini juga merupakan dasar dari beberapa produk-produk," ujarnya, Selasa, 7 April 2026.

Selain bahan bakar, bahan baku turunan minyak seperti biji plastik juga mengalami lonjakan signifikan hingga 100 persen. Kondisi tersebut semakin memperparah tekanan biaya produksi industri di berbagai sektor.

“Energi dan bahan baku itu saling terkait, jadi dampaknya sangat luas biasa ke industri,” ujarnya. Situasi ini membuat pelaku usaha harus menghadapi kenaikan biaya secara bersamaan.

Apindo pun mendorong pemerintah untuk terus menjaga stabilitas pasokan energi melalui jalur diplomasi. Langkah ini dinilai penting agar harga tidak semakin melonjak dan membebani industri.

Frans mengingatkan, jika pasokan terganggu, harga energi bisa semakin tidak terkendali. Hal tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha, terutama sektor padat karya.

Selain itu, pelaku usaha meminta adanya insentif untuk meringankan beban industri. Dukungan pemerintah dinilai penting agar perusahaan tetap mampu mempertahankan operasional dan tenaga kerja.

Ia mengusulkan keringanan iuran BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu langkah konkret. Penangguhan atau potongan iuran dapat membantu menjaga arus kas perusahaan di tengah tekanan biaya.

Tidak hanya itu, Apindo juga berharap adanya insentif pajak serta dukungan modal kerja. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan industri di tengah tekanan global yang terus berlanjut.

Diberitakan RRI sebelumnya, lonjakan harga biji plastik hingga 100 persen juga telah menekan industri plastik. Sementara itu, sektor garmen turut terdampak kenaikan harga polyester yang memperluas tekanan biaya produksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....