Pasca-Lebaran, Harga Sembako di Salatiga Mulai Melandai

  • 30 Mar 2026 08:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga- Harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional Kota Salatiga mulai menunjukkan tren penurunan memasuki masa pasca-Lebaran 2026. Meskipun pasokan barang mulai stabil, fluktuasi harga pada komoditas tertentu masih menjadi keluhan bagi sejumlah konsumen di tingkat bawah.

Penurunan harga yang paling signifikan terpantau pada komoditas telur ayam ras dan beras kualitas medium. Hal ini seiring dengan mulai lancarnya distribusi barang dari para tengkulak menuju pedagang pasar setelah sempat tersendat selama masa mudik dan balik.

Salah seorang pedagang sembako, Dita, mengungkapkan penyesuaian harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun setelah melewati puncak permintaan saat Idulfitri.

“Untuk harga sembako sudah mulai turun, kemarin waktu Lebaran telur seharga Rp30.000, sekarang sudah Rp29.000. Untuk beras, Lebaran kemarin harganya Rp17.000, sekarang sudah turun menjadi Rp15.000 per kilogram,” ujar Dita Minggu 29 Maret 2026.

Dita menambahkan, selain harga yang melandai, ketersediaan stok barang saat ini sudah jauh lebih mudah didapatkan dibandingkan pekan lalu. Namun, ia mencatat bahwa minyak goreng masih menjadi komoditas yang cukup sulit dipasok dan harganya masih tertahan di angka yang tinggi.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Wati salah satu pembeli mengaku harus menyiasati pengeluaran rumah tangga, kareba belum semua kebutuhan dapur kembali ke harga normal.

“Masih sama, untuk harga masih belum ada yang turun terutama sembako seperti beras, daging, ikan, dan gula. Karena kemarin Lebaran pengeluaran sudah banyak, jadi sekarang harus dihemat dengan memasak menu yang sederhana saja,” tuturnya

Ia juga meminta Pemerintah Kota Salatiga lebih intensif dalam melakukan intervensi maupun pengawasan harga di lapangan. Hal ini dinilai penting agar masyarakat kecil tidak semakin terbebani dengan biaya hidup yang terus meningkat.

“Kami berharap agar pemerintah mengatur harga pasar itu biar terjangkau untuk masyarakat. Jangan terlalu mahal, karena kalau gaji tidak naik tapi harga terus naik, tentu kami sebagai rakyat kecil akan sangat repot,” pintanya

Masyarakat berharap ke depan stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga siklus ekonomi di pasar tradisional tetap berjalan sehat. Keterjangkauan harga pangan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan warga kelas menengah ke bawah pasca-perayaan hari besar keagamaan. (Eka/Dars).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....