Layanan Bullion Bank, BSI Regional VII Semarang Kelola 1,83 Ton Emas
- 13 Mar 2026 06:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sejak satu tahun peluncuran layanan bullion bank pada 26 Februari 2025, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis. Hingga 10 Maret 2026, total emas kelolaan perseroan mencapai 22,5 ton, khususnya BSI Regional VI Semarang kini mengelola 1,83 ton.
RCEO BSI Region VII Semarang, Ficko Hardowiseto mengatakan, animo masyarakat terhadap emas logam mulia mulai meningkat seiring dengan literasi dan edukasi bullion bank. Peningkatan ini juga didorong dengan kemudahan layanan yang bisa diakses melalui superapps Byond by BSI.
Menurut dia, cukup dengan Rp50 ribuan, masyarakat kini bisa membeli BSI Emas secara aman dan realtime. Pada fitur menarik Bank Emas, nasabah bisa membeli emas dan juga mentransfer gramase emasnya.
"Kami mencatat di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, total kelolaan emas BSI mencapai 1,83 ton yang didominasi anak muda dan gen milenial. Ini menunjukkan mereka sudah mulai aware dengan investasi emas yang aman dan sesuai syariah," kata Ficko dalam acara Ngopi Media Bareng BSI di Semarang, Kamis, 13 Maret 2026.
Melalui transformasi digital, pihaknya menegaskan, masyarakat kini bisa membeli melakukan transaksi tabungan emas kapan pun, non stop 24 jam. Tabungan emas bisa dibeli mulai kelipatan Rp50 ribu, dengan transaksi lewat Byond by BSI.
Ia menjelaskan, nasabah tabungan emas di BSI Region VII Semarang tercatat mencapai sekitar 86 ribu lebih per 10 Maret 2026, dari total nasabahnya sekitar 2,3 juta. "Target kami hingga tahun ini, nasabah tabungan emas bisa mencapai 100 ribu," ujarnya.
Ficko juga mengembangkan beragam produk dan layanan emas yang terintegrasi, termasuk BSI Emas, Cicil Emas, hingga Gadai Emas. Ini upaya BSI dalam membangun ekosistem emas yang kuat dan berkelanjutan di Tanah Air.
Ia menuturkan, BSI melihat potensi emas sebagai instrumen investasi yang stabil, sekaligus memiliki nilai lindung terhadap inflasi. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap segala bentuk modus penipuan.
Dia mengimbau nasabah bisa mengecek kebenaran informasi melalui official channel Bank Syariah Indonesia di antaranya website resmi BSI, www.bankbsi.co.id.
Selain itu media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI 081584114040.