Inflasi Naik jelang Lebaran, Pemkot Semarang Kendalikan Harga Pangan

  • 05 Mar 2026 10:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Menjelang Idulfitri, inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 mengalami kenaikan. Pemerintah Kota Semarang pun memperkuat langkah pengendalian harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Semarang menjadikan data inflasi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Penguatan pemantauan harga dilakukan secara harian untuk mencegah lonjakan yang tidak terkendali.

Penelaah Pengembangan Usaha Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, Taufan Dalimarta, menyatakan pemerintah memperluas operasi pasar murah di seluruh kecamatan. Selain itu, gerakan pangan murah bersama Bulog dan distributor dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan pasokan.

"Potensi gangguan distribusi juga dapat mempengaruhi stabilitas harga. Pemkot Semarang bersama tim pengendali inflasi daerah berupaya untuk memperkuat pemantauan harga harian, melaksanakan operasi pasar murah di seluruh kecamatan, serta mengoptimalkan gerakan pangan murah bersama Bulog dan para distributor," jelasnya.

Pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi bahan pokok di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Seluruh langkah pengendalian inflasi ditegaskan berbasis data statistik resmi agar intervensi tepat sasaran dan mampu menjaga stabilitas harga pangan.

Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, inflasi bulan ke bulan pada Februari tercatat sebesar 0,67 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Januari yang mengalami deflasi 0,25 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 tercatat sebesar 109,56. Sementara inflasi tahun ke tahun mencapai 4,65 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Semarang, Duto Sulistiyono, menyebut kenaikan inflasi terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,04 persen dengan andil 0,48 persen. Peningkatan konsumsi menjelang Lebaran menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

"Nanti di bulan Maret akan ada Idulfitri, juga libur panjang, meskipun minggu ketiga dan empat sepertinya pemerintah menerapkan work from anywhere, ya. Semoga kondisi tersebut kita tetap bisa melakukan monitoring sehingga harga-harga relatif stabil," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....