KEK Batang Perkuat Peran Pariwisata Lewat Industropolis Festival
- 09 Feb 2026 14:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, bagian dari Holding BUMN Danareksa menggelar Industropolis Festival pada 6 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wujud implementasi KEK sebagai destinasi pariwisata baru berbasis industri, budaya, dan masyarakat.
Direktur KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyampaikan, Industropolis Festival merupakan konser publik pertama yang digelar di kawasan. Selain itu, ajang ini menjadi momentum penting dalam perjalanan lima tahun KEK Industropolis Batang.
“Melalui Industropolis Festival, kami ingin menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang tidak hanya tumbuh sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai ruang publik dan destinasi pariwisata. Kami berharap masyarakat Batang semakin mencintai kotanya, merasa memiliki kawasan ini, dan tumbuh bersama KEK Industropolis Batang,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum, Industropolis Festival dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung dari Kabupaten Batang dan sekitarnya. Festival ini menjadi ruang pertemuan antara kawasan industri dengan masyarakat, sekaligus sarana memperkenalkan potensi pariwisata KEK Batang yang inklusif dan berkelanjutan.
Industropolis Festival menghadirkan ragam pertunjukan seni yang merepresentasikan kekayaan budaya lokal Batang. Ada KBBS (Marching Pring), Bolodewa, persembahan tari dari Sanggar Prastikasmara, Bondan Sanubari, Serempet Gudal, serta Tata Naluri Etnic Project.
Puncak acara dimeriahkan oleh Guyon Waton. Kehadirannya berhasil menghidupkan suasana dan menarik antusiasme ribuan penonton.
Festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal. Sebagai bentuk kepedulian sosial, 10 persen dari setiap transaksi pembelian di tenant UMKM didonasikan untuk membantu saudara-saudara terdampak bencana di Aceh.
Penyelenggaraan Industropolis Festival menegaskan komitmen KEK Industropolis Batang dalam mengembangkan kawasan yang produktif secara ekonomi, hidup secara sosial, serta berakar pada budaya lokal. Hal ini sejalan dengan dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan ekonomi khusus yang inklusif dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....