Pemkab Semarang Dukung Pelestarian Batik Patron Ambarawa

  • 28 Mei 2023 09:06 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang : Dalam rangka mengembalikan kejayaan batik Patron khas Ambarawa, Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama SMPN 4 Ambarawa meresmikan batik Gripatwa Gagrak Patron Ambarawa, Sabtu (27/5/2023). Upaya yang juga diinisiasi oleh Komunitas Batik Patron ini didukung penuh oleh Bupati agar anak-anak sekolah dapat ikut melestarikan batik.

Menurut Bupati, meski masing-masing kecamatan memiliki batik khas, saat ini sudah sangat jarang anak-anak yang bisa melestarikannya. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya mendorong adanya pelatihan-pelatihan agar batik lokal dapat terus berkembang.

“Sosialisasi dan pelatihan dari SMPN 4 Ambarawa ini sangat luar biasa. Semoga ini bisa melatih anak-anak juga, setelah sekolah sudah punya keahlian membuat batik sendiri. Ini menjadi suatu kebanggaan, dan ini tidak ternilai dengan uang, tapi nilainya sangat besar,” tuturnya.

Bupati menambahkan, nantinya batik tersebut akan digunakan sebagai identitas siswa dan guru, serta dimasukkan ke dalam kegiatan P5, pelajaran prakarya atau kegiatan ekstrakurikuler membatik pada Tahun Ajaran 2023/2024.

Kepala Sekolah SMPN 4 Ambarawa, M A Utami Eko Putranti menjelaskan arti dari Gripatwa Gagrak Patron Ambarawa tersebut.

“Gripatwa merupakan singkatan dari kata negeri, papat (empat) dan Ambarawa yang diambil dari SMPN 4 Ambarawa. Gagrak berasal dari Bahasa Jawa yang berarti model, serta Patron yang merupakan nama motif batik legendaris yang diyakini peninggalan leluhur setempat,” jelasnya.

Utami menerangkan, pada kesempatan itu pihaknya juga mengajak mentor dari tim komunitas Patron Ambarawa, pembatik Patron, Mahfud Fauzi dan pemerhati sejarah, Derry Gunadi.

Menurut Ketua Komunitas Batik Patron Ambarawa, Desideria Ari Nur Fitri, Batik Patron sendiri merupakan motif batik legendaris yang memiliki corak lokal khas Ambarawa, seperti buah anggur, ceplok, tambal, dan naga Baruklinting yang merupakan tokoh legenda Rawapening. Adanya peluncuran batik ‘Gagrak Patron Ambarawa’ ini menjadi ikhtiar untuk mengembalikan Batik Patron Ambarawa yang pernah mengalami masa kejayaan dan hampir 1,5 abad tenggelam.

“Kami berharap, nantinya batik patron Ambarawa ini menjadi identitas sekaligus didorong mejadi industri yang tidak hanya menjadi kebanggaan namun juga meningkatkan perekonomian warga Ambarawa,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....