Pendaki Yazid Ditemukan Meninggal Usai 24 Hari Pencarian

  • 11 Feb 2026 06:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pendaki Yazid Ahmad Firdaus ditemukan meninggal dunia setelah 24 hari pencarian di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu Karanganyar. Kepastian ini mengakhiri penantian panjang keluarga sejak korban dilaporkan hilang.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyampaikan duka mendalam saat melayat ke rumah duka di Colomadu. Kehadirannya menjadi bentuk empati dan dukungan pemerintah kepada keluarga almarhum.

Jenazah ditemukan di celah tebing aliran sungai antara Bukit Mongkrang dan Bukit Mitis. Lokasi tersebut berada di medan terjal yang selama ini menjadi fokus penyisiran tim pencari.

"Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga, dan mereka menyampaikan sudah ikhlas. Semoga ini menjadi jalan terbaik bagi almarhum,” ujar Sumarno, Rabu, 11 Februari 2026.

Apresiasi disampaikan kepada tim pencarian dan relawan yang terlibat tanpa lelah di medan berat. Dedikasi mereka dinilai luar biasa selama proses pencarian berlangsung.

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah terkait keselamatan pendakian di Bukit Mongkrang. Kawasan tersebut berada dalam pengelolaan pemerintah provinsi dan memiliki daya tarik tinggi bagi pendaki pemula.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungann Hidup dan Keluhatanan (DLHK). Kejadian ini menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari penataan jalur, petunjuk arah, hingga pengawasan, terutama bagi pendaki pemula,” tegasnya.

Pemerintah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperkuat sistem pengamanan jalur pendakian. Penataan jalur, petunjuk arah, dan pengawasan akan ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa.

Yazid sebelumnya dilaporkan hilang setelah mendaki pada 18 Januari 2026. Operasi pencarian dilakukan bertahap dan diperpanjang karena korban belum ditemukan.

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Surakarta, Kamal Riswandi menjelaskan, jenazah ditemukan tim Wanadri saat melakukan kegiatan di kawasan tersebut. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur lebih landai di wilayah Beruk karena akses menuju puncak cukup curam.

Sebanyak 50 personel gabungan dikerahkan hingga jenazah berhasil dibawa ke rumah sakit umum daerah Karanganyar. Jenazah dipulangkan ke rumah duka, disalatkan, dan dimakamkan pada malam yang sama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....