Erupsi Semeru Tidak Pengaruhi Aktivitas Vulkanik Merapi

  • 26 Nov 2025 15:37 WIB
  •  Semarang

KBRN, Magelang: Erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur beberapa waktu lalu, tidak memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, di Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Selasa(25/11/2025).

Ia menjelaskan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini cukup tinggi. "Masih tinggi erupsinya dan sesekali terjadi luncuran awan panas guguran,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan, aktivitas tidak terpengaruh erupsi Gunung Semeru. “Gunung Semeru dan Merapi mempunyai dapur masing-masing,” katanya.

Agus mengatakan, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi tersebut merupakan pola yang kerap muncul menjelang dan selama musim hujan. Meski demikian, hingga saat ini kondisi Merapi dinilai tetap aman bagi warga yang tinggal di sekitar lereng.

Menurutnya, jarak luncuran awan panas guguran hingga yang terjauh hanya mencapai dua kilometer dari puncak. Sementara, kawasan permukiman penduduk terdekat berada di radius 6, 5 kilometer setelah Kali Boyong.

Baca juga: Pencarian Korban Longsor Pandanarum Banjarnegara Resmi Dihentikan

Ia menambahkan, peningkatan aktivitas awan panas guguran dipengaruhi cuaca di sekitar puncak. Hujan yang turun di sekitar puncak Merapi dengan intensitas sedang tersebut membuat kubah lava tidak stabil, sehingga memicu banyak guguran.

“Meskipun terjadi peningkatan awan panas guguran, namun peningkatan tersebut tidak mengarah pada kondisi berbahaya. Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih Siaga atau level III sejak 20 November 2020 silam,” katanya.

Meskpiun demikian, pihaknya mengimbau agar warga di sejumlah kawasan tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama, di sektor tenggara dan barat daya seperti Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kaliurang, Kabupaten Sleman, Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung, serta Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Luncuran awan panas guguran dominan mengarah ke barat daya. Sementara, kubah lava juga tumbuh di tengah kawah yang berpotensi meluncurkan material ke arah Kali Gendol. (wied)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....