Menginspirasi, Pameran Foto Jurnalistik SANTRI Digelar di Lasem
- 19 Okt 2025 06:42 WIB
- Semarang
KBRN, Rembang: Pameran Foto Jurnalistik bertajuk SANTRI V.2 menyambut Hari Santri 2025 resmi digelar di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pameran ini menampilkan karya-karya pilihan dari pewarta foto ANTARA, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, serta fotografer dari Yayasan Lasem Heritage.
Kegiatan ini hasil kolaborasi antara Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bersama Yayasan Lasem Heritage, PFI Semarang, dan Masjid Jami’ Lasem, Museum Islam Nusantara. Kemudian, Perpustakaan Masjid Jami’, Pondok Pesantren Putri Al Hidayat, STAI Al-Hidayat, Ponpes Kauman, Rumah Nyonya, Pemerintah Desa Dasun, dan Lesbumi Lasem.
Dukungan juga diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Kabupaten Rembang, serta PCNU Lasem. Pameran berlangsung mulai 18-25 Oktober 2025 di tiga lokasi utama, yakni Pondok Pesantren Al-Hidayat, Pendapa Masjid Jami’ Lasem, serta Rumah Nyonya di kompleks Rumah Merah Lasem, Jalan Karangturi No. 4, Lasem.
Redaktur Pelaksana Perum LKBN ANTARA, Suryanto mengatakan, Lasem dipilih sebagai lokasi pameran tahun ini karena memiliki sejarah panjang sebagai kota santri. Lasem dikenal dengan banyaknya pondok pesantren yang telah melahirkan para ulama besar.
"Keunikan lainnya adalah kehidupan harmonis antara komunitas pesantren dan masyarakat keturunan Tionghoa yang telah terjalin sejak lama,” tuturnya dalam sambutannya saat pembukaan pameran di Pendapa Teko Kusumo Masjid Jami’ Lasem.
Menurut dia, ANTARA sebagai bagian dari penugasan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, terus berkomitmen menghadirkan narasi-narasi inspiratif dari berbagai penjuru negeri. “Lasem memberi inspirasi tentang keharmonisan dan keberagaman yang telah tumbuh sejak ratusan tahun lalu,” tuturnya.
Pengasuh Ponpes Kauman Lasem, KH. Zaim Ahmad Ma'soem mengaku kagum dengan para fotografer yang karyanya dipamerkan di kegiatan ini. Foto ini mewakili sejarah, seperti puzzle yang bisa terangkai dan dibaca mulai awal pesantren hingga sekarang.
"Hampir semua menarik ya, soalnya genuine, saya apresiasi fotografernya. Fotonya tidak dibuat-buat buat , original,“ ungkap Ulama yang akrab disapa Gus Zaim.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang Achmad Sholchan mengatakan, foto-foto dalam pameran ini merupakan bagian dari sebuah arsip. "Arsip merupakan bagian penting dari perjalanan sebuah bangsa, yang menunjukkan santri punya peranan penting yang tak tergantikan di Indonesia," pungkasnya.(Mif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....