DPD RI Serap Aspirasi Petani Garam di Pati

  • 07 Okt 2025 14:35 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Petani garam yang tergabung dalam Koperasi Produsen Mutiara Laut Mandiri Desa Raci,Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, menyampaikan keluhan kepada DPD RI dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Penyampaian aspirasi ini berlangsung rangkaian Jelajah Potensi Garam Pantura Jawa Tengah di Gudang Garam Nasional Desa Raci, Selasa (7/10/2025).

Badan Pengawas Koperasi Produsen Mutiara Laut Mandiri, Nur Sukarno mengatakan, petani garam di tempatnya membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya untuk perbaikan saluran irigasi. “Dibantu excavator untuk perawatan saluran karena stimulan alat nanti, biaya operasional dari petani,” ucapnya didampingi Kepala Desa Raci, Mamik Eko Trimurti.

Ia menegaskan, kata kunci dari peningkatan produksi garam adalah perawatan saluran. Karno berharap, kunjungan anggota DPD RI dapat menjadi angin segar untuk peningkatan kesejahteraan petani garam.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan petani garam, Abdul Kholik berjanji akan menyampaikan ke Menteri Kelautan dan Perikanan RI, untuk bisa ditindaklanjuti. Ia mencatat, terdapat tantangan antara lain akses petani garam dalam memperoleh air baku dan kebutuhan teknologi seperti geomembran untuk meningkatkan kualitas garam.

Ia menilai potensi garam di Jawa Tengah sangat bagus dengan kebutuhan pasar yang sangat besar. “Berikutnya soal kebutuhan gudang-gudang penyimpanan yang lebih dekat dengan sentra-sentra produksi, supaya petani punya waktu untuk tunda jual agar harganya lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya Bulog perlu dioptimalkan untuk menyerap garam dari petani sebagai bagian dari skema pemerintah untuk memperluas peran Bulog. “Bukan cuma gabah, dan ini bagian dari yang akan kita kawal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi mengatakan, potensi garam di Pati mencapai 300.000 ton/tahun. “Jadi total produksi garam Jawa Tengah ada 500 ribu ton, 300 ribu tonnya dari Pati,” kata Endi didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso.

Untuk meningkatkan kualitas garam, kata Endi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan program penggunaan geomembran. “Jadi Geomembran ini bisa menahan air garam agar bisa gampang evaporasi (penguapan) menjadi garam dan garamnya bersih dan kualitasnya semakin baik,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....