Ziarah Astana Pasekaran, Bupati Batang: Jangan Lupakan Sejarah

  • 09 Apr 2025 12:57 WIB
  •  Semarang

KBRN, Batang: Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono berziarah ke Makam Astana Pasekaran Batang sebagai tempat peristirahatan para pendiri Kabupaten Batang, Rabu(9/4/2025). Pada kesempatan itu, ia mengajak generasi muda agar jangan melupakan sejarah.

Ia menegaskan, setiap daerah punya perjalanan sejarah panjang yang melibatkan peran banyak pejuang. Mulai dari pendirian hingga pembangunannya.

"Kegiatan ini harus terus dilestarikan agar generasi muda memahami. Batang bisa seperti sekarang ini karena melalui proses panjang dan peran besar para leluhur," ujarnya usai menggelar tahlil dan doa di pusara makam Adipati Kanjeng Raden Tumenggung Suro Adiningrat I atau Kyai Sedo Rawuh.

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Kembalinya Kabupaten Batang ke-59, dari Kabupaten Pekalongan. Sebelumnya Bupati Faiz bersama rombongan juga telah berziarah ke makam Adipati Batang I Kanjeng Pangeran Adipati (KPA) Mandurorejo, di Dukuh Protowetan, Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Bupati Faiz mengharapkan, perjalanan panjang tersebut selayaknya menjadi evaluasi bagi masyarakat, agar dapat diambil pelajaran positifnya. "Dari perjalanan panjang ini, mana yang perlu diperbaiki, agar menjadi semakin baik di masa depan," ujarnya.

Sementara, tokoh masyarakat, KH. Zainal Muttaqin mengatakan, di dalam Komplek Makam Astana Pasekaran disemayamkan 22 Adipati/Bupati sejak masa Mataram Islam atau masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Di antaranya, Kanjeng Raden Tumenggung Suro Adiningrat I, Kanjeng Pangeran Ario Suro Adiningrat, Tumenggung Puspo Negoro, Raden Tumenggung Cokrojoyo, Kanjeng Adipati Aryo Suryo Diningrat.

KH. Zainal Muttaqin menerangkan, berdasarkan sejarah, Kabupaten Batang berdiri lebih dahulu dibandingkan Kabupaten Pekalongan. "Karena menurut catatan, tahun 1614 KPA Mandurorejo diutus Sultan Agung mendirikan Kabupaten Batang, baru tahun 1622 mendirikan Kabupaten Pekalongan," ujarnya.

Sebagai pengganti, Kabupaten Batang dipimpin oleh adik laki-laki KPA Mandurorejo, yakni Tumenggung Upasanta. Kemudian, pada tahun 1932-1966 Kabupaten Batang sempat bergabung dengan Kabupaten Pekalongan.

"Terkait peringatan "Kembalinya Kabupaten Batang" saat ini, ialah karena pada 1932-1966 Kabupaten Batang bergabung dengan Kabupaten Pekalongan. Kalau soal tahun hari jadi dikembalikan sesuai masa Mataram Islam, itu keputusannya dikembalikan ke Pemkab Batang," ucapnya. (Heri Kis)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....