Wayang Gedhog dan Wayang Madya, Apa Bedanya?

  • 07 Okt 2026 14:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wayang Madya adalah salah satu jenis seni pertunjukkan wayang yang telah lama tenggelam. Sekalipun tidak pernah populer di Surakarta, tetapi pernah dipentaskan di Istana Mangkunegaran di abad 19 dengan mengambil lakon Jayabaya (Claire Holt, 1967).

Bentuk Wayang Madya adalah paduan Wayang kulit (Purwa) dengan Wayang Gedhog. Bagian atas sampai tengah mengambil bentuk wayang Purwa, sedangkan bagian tengah ke bawah mengambil bentuk Wayang Gedhog (Sayid, 1981).

Sumber bahan Wayang Madya pun menjadi jembatan yang menghubungkan bahan kedua tradisi wayang tersebut. Wayang Purwa mengambil cerita dewa-dewa sampai keluarga Pandawa.

Wayang Gedhog mengambil cerita Panji dari Jenggala dengan putri Kediri (Uhlenbeck, 1964). Sedangkan Wayang Madya mengambil cerita para cucu dan cicit Pandawa sampai menjelang masa Panji (Brandon , 1970).

Dapat pula cerita sejak peristiwa wafatnya Prabu Yudayana sampai masa Prabu Jayalengkara naik tahta tahun 765 C -1052 C (863 M 1130 M) (Kats, 1924). Sejarah Wayang Madya merupakan informasi berharga yang cukup penting untuk masyarakat Indonesia pahami.

Pasalnya, sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional Jawa, Wayang Madya memiliki sejarah menarik. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, eksistensinya seolah tenggelam.

Sejarah Wayang Madya

Seperti kita ketahui, wayang adalah seni pertunjukan tradisional yang sangat terkenal seantero Tanah Air. Bahkan, pada 2003 silam, seni wayang berhasil mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Kendati begitu, tak banyak orang tahu jika jenis-jenis wayang ternyata beragam. Satu di antara banyak jenis yang memiliki karakteristik unik adalah Wayang Madya.

Menurut catatan sejarah, pencipta wayang ini adalah Mangkunegara IV. Dengan tujuan menghubungkan dua tradisi pewayangan yang berbeda, yakni Wayang Purwa dan Gedhog.

Kala itu, Mangkunegara IV sebagai penguasa dengan minat besar terhadap kesenian dan melihat celah antara kisah di Wayang Purwa dan Gedog. Bagaimana tidak, Wayang Purwa memiliki rentetan kisah hebat dari Mahabarata dan Ramayana.

Sementara Wayang Gedog menyajikan cerita-cerita roman yang lebih ringan. Wayang Madya hadir untuk menjadi transisi sehingga masyarakat lebih mudah menikmati setiap cerita yang “Dalang” tampilkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....