Seorang dari Suami Kembar itu ternyata Jelmaan Sosok Jin
- 07 Okt 2026 11:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dalam petikan cerita Wayang Gedhog, Darmawangsa yang sebagai raja Bojanagara sedang bingung menghadapi pengadilan yang rumit. Sebuah kasus seorang wanita bernama Bermani yang mempunyai dua orang suami yang berwujud dan bernama sama, yaitu Bermana.
Seorang pemuda desa bernama Jaka Gedhug datang sambil membawa belibis putih untuk membantu raja dalam mengadili Bermani. Atas petunjuk belibis putih, Jaka Geduk berhasil membongkar Bermana palsu kembali ke wujud aslinya, yaitu Jin Wiratsangka.
Atas keberhasilannya itu, Jaka Geduk diangkat sebagai hakim negara. Sedangkan belibis putih diminta sebagai peliharaan putri raja Bojanagara yang bernama Ambarwati.
Burung belibis putih yang sebenarnya jelmaan Angling Dharma merahasiakan kesaktiannya kepada siapapun kecuali Ambarawati. Setiap malam ia menemui Ambarawati dalam wujud manusia sehingga mereka berdua saling jatuh cinta.
Dari percintaan itu Ambarawati pun mengandung. Darmawangsa heran dan bingung mendapati putrinya mengandung tanpa suami.
Munculah seorang pertapa sakti yang bernama Resi Yogiswara yang menyanggupi menemukan ayah dari janin yang dikandung Ambarawati. Yogiswara kemudian mencari pelakunya.
Resi mencurigai dengan adanya seekor belibis putih yang memiliki sebuah kalung yang sama seperti kalung Angling Dharma. Kemudian Resi Yogiswara menyerang belibis putih peliharaan Ambarawati.
Setelah melalui pertarungan yang sengit, belibis putih kembali ke wujud semula yaitu Angling Dharma, sedangkan Yogiswara berubah menjadi Batikmadrim. Kedatangan Batikmadrim yang sebenarnya adalah untuk menjemput Angling Dharma yang sudah habis masa hukumannya.
Raja Darmawangsa justru menerima perlakuan Angling Dharma terhadap putrinya dan merestui hubungan mereka. Sehingga raja Darmawangsa melakukan acara pernikahan besar untuk menyambut Angling Dharma.
Setelah mendapat restu dari Prabu Darmawangsa, mertuanya, Prabu Angling Dharma membawa Ambarawati ke Negara Malawapati. Dari perkawinan mereka, akhirnya lahir seorang putra yang bernama Anglingkusuma.
Suatu saat nanti, Angling Kusuma akan menjadi penerus raja di kerajaan Bojanagara dan menggantikan kakeknya. Namun, selama Angling Kusuma menjadi raja, dia mempunyai musuh bernama Durgandini dan Sudawirat yang ingin menjatuhkan kerajaan Bojanagara.
Setelah kembalinya Angling Dharma ke Malawapati, ia membantu putranya dalam menaklukan musuh-musuhnya. Sudawirat terbuka hatinya untuk mengabdi kepada Kerajaan Prabu Angling Dharma, sedangkan Durgandini bersedia mengabdi pada kerajaan Bojanagara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....