Seekor Belibis Putih Memberi Petunjuk untuk Memecahkan Persoalan di Bojanegara

  • 07 Okt 2026 11:40 WIB
  •  Semarang

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Semarang - Dalam masa menjalani hukuman, Angling Dharma bertemu tiga orang putri yang bernama Widata, Widati, dan Widaningsih. Ketiganya jatuh cinta kepada Angling Dharma dan menahannya untuk tidak pergi meninggalkan mereka.

Selama mereka saling mengenal, Angling Dharma meminta tolong kepada tiga putri tersebut untuk memberikan sebuah tempat tinggal untuknya. Akhirnya ketiga orang putri tersebut memberikan tempat tinggal untuk Angling Dharma.

Namun semenjak tinggal bersama dengan tiga orang putri, Angling Dharma merasa ada yang ganjil saat putri-putri sering keluar pada malam hari. Kemudian Angling Dharma menyamar sebagai sosok burung gagak untuk menyelidiki kegiatan rahasia ketiga putri tersebut.

Ternyata setiap malam mereka selalu berpesta makan daging manusia. Akhirnya kecurigaan Angling Dharma terbukti.

Tiga orang putri tadi merupakan penyihir yang suka memangsa manusia sebagai makanannya. Saat Angling Dharma ketahuan sedang mengintip mereka yang sedang makan daging manusia, Angling Dharma pun berselisih dengan mereka.

Namun kekuatan Angling Dharma masih dapat dikalahkan oleh 3 orang penyihir. Akhirnya ketiga putri tadi mengutuk Angling Dharma menjadi seekor belibis putih.

Belibis putih tersebut terbang sampai ke wilayah Kerajaan Bojanegara. Di sana, ia dipelihara seorang pemuda desa bernama Jaka Geduk.

Jaka Geduk terkejut saat mengetahui belibis putih mampu berbicara kepadanya.

Hingga suatau saat pemuda ini membawa belibis putih menghadap Darmawangsa, Raja Bojanegara untuk membantu memecahkan persoalan negara yang pelik.

Atas keberhasilannya itu, Jaka Geduk diangkat sebagai hakim negara. Sedangkan belibis putih diminta sebagai peliharaan putri raja Bojanagara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....