Prabu Jayabaya, Raja Mamenang yang Menurunkan Anglingdarma

  • 07 Okt 2026 08:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Setelah menikah, Pramesti (anak Jayabaya) bermimpi bertemu dengan Batara Wisnu. Batara Wisnu berkata bahwa dia akan dilahirkan di dunia melalui Rahim Pramesti.

Dengan adanya kejadian mimpi tersebut, tiba-tiba perut Pramesti membuncit dan didalam rahimnya ada jabang bayi. Sontak Astradarma, suaminya, menuduh Pramesti selingkuh dengan orang lain.

Sehingga Astradarma mengusir istrinya untuk pulang kembali ke negerinya. Saat Jayabaya menemui putrinya berjalan menuju ke istananya dengan keadaan hamil dan lemas, Jayabaya sangat murka kepada Raja Astradarma.

Kemudian Jayabaya mengutuk kerajaan Yawastina tenggelam oleh banjir bandang yang besar. Tak lama kutukan itu pun terjadi dan menimpa kerajaan Yawastina.

Akhirnya Raja Astradarma dengan seluruh rakyatnya terhempas dan menghilang bersama istananya karena banjir yang melanda kerajaannya. Begitulah berakhirnya kerajaan Yawastina (Hastina).

Setelah runtuhnya kerajaan Yawastina, Pramesti melahirkan seorang putra yang diberi Angling Dharma. Angling Dharma merupakan bayi titisan Dewa Wisnu yang memiliki kekuatan-kekuatan yang luar biasa.

Angling Dharma dilahirkan bersamaan dengan kematian kakeknya Jayabaya. Setelah meninggalnya Jayabaya, tahta kerajaan Mamenang kemudian diserahkan kepada Jaya Amijaya (Saudara Pramesti).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....