Mengintip Asal Usul Nama Daerah Simo, Boyolali

  • 02 Okt 2026 05:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Simo adalah sebuah nama desa dan sekaligus nama kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Lokasinya terletak di timur laut ibukota Pemkab Boyolali atau barat daya Bandara Internasional Adi Soemarmo Boyolali.

Asal usul nama Simo di Kabupaten Boyolali lekat dengan cerita rakyat tentang perjalanan tokoh-tokoh besar masa lalu. Seperti Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan tokoh penyebar Islam setempat yaitu Ki Ageng Singoprono.

Asal Usul Nama Simo

Dalam bahasa Jawa, kata "Simo" atau "Sima" berarti harimau atau macan. Satu legenda terkenal di Simo berkaitan dengan patung atau cerita macan yang konon bisa tertawa.

Legenda ini berakar dari perjalanan Sunan Kudus saat berjalan dari Pengging menuju Kesultanan Demak. Dahulu, kawasan Simo merupakan daerah Hutan Walen yang lebat masuk bagian belantara Pegunungan Kendeng, tempat bermacam hewan buas termasuk harimau tinggal.

Namun sekarang, daerah Walen berubah atau dikenal sebagai Desa Simo maupun Kecamatan Simo. Ada dua versi cerita yang berkembang di masyarakat sekitar mengenai asal mula “Simo”.

Dalam Serat Babad Mataram, diceritakan perihal asal mula daerah tersebut dinamakan Simo. Kisah ini terjadi pada masa Kesultanan Demak masih berdiri.

Alkisah, Ki Ageng Kebo Kenanga, ayah Mas Karebet atau Jaka Tingkir, menentang Sultan Demak, yaitu Sultan Trenggana (1521 – 1546). Untuk menghukum Kebo Kenanga maka Sultan Trenggana menyuruh Sunan Kudus datang ke Pengging dengan membawa pusaka sebuah bende (canang) bernama Kyai Bicak.

Ketika rakyat Pengging mengetahui kedatangan Sunan Kudus, mereka hendak menyerang rombongan Sunan Kudus tersebut. Kala itu, Sunan Kudus di hutan dekat Pengging, yaitu di hutan Walen.

Sunan Kudus mengetahui akan diserang, maka Kyai Bicak dipukulnya dengan kasaktiannya, hingga suaranya menggema di seluruh hutan. Oleh rakyat Pengging, suara tersebut didengarnya seperti suara ribuan harimau sedang mengaum.

Rakyat Pengging takut dan melarikan diri sambil berteriak, “Simo… Simo….!” (“Harimau ! Harimau !”). Mendengar teriakan tersebut, Sunan Kudus berkata dalam bahasa Jawa, “Padha seksenana, yen ing alas Walen kene besuk jenengna desa Simo, kang tegese macan”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....