Budaya Jawa Tergerus Teknologi, Bahasa dan Adat Perlu Kembali Dibumikan
- 01 Okt 2026 10:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bahasa dan budaya Jawa dinilai semakin tergerus derasnya arus teknologi informasi, termasuk penggunaan bahasa Jawa dan pemahaman unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong perlunya kesadaran masyarakat Jawa untuk kembali menjaga bahasa, adat, dan budaya sebagai warisan adiluhung sekaligus karakter lokal.
Penggagas Kampung Jawa Gubug Kabupaten Grobogan, Budi Utomo, mengatakan bahasa dan budaya merupakan cerminan suatu suku bangsa yang memiliki kekuatan sebagai filter dalam mempertahankan karakter lokal di tengah perubahan sosial. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Bowo Raos di Studio Pro4 LPP RRI Semarang, Rabu 30 September 2026 malam.
Menurutnya, nilai-nilai luhur yang digali dari budaya nenek moyang saat ini semakin diabaikan. Bahasa Jawa, khususnya yang memiliki ciri khas dalam membentuk sikap dalam pergaulan melalui unggah-ungguh, mulai terabaikan dan bahkan tidak lagi dikenal oleh sebagian orang Jawa sendiri.
Di sisi lain, Budi Utomo menilai terdapat kondisi yang berbeda karena banyak orang dari luar Jawa justru mulai mempelajari bahasa dan budaya Jawa secara intensif. Oleh karena itu, masyarakat Jawa perlu memiliki kesadaran untuk menjaga warisan budaya tersebut agar tidak semakin ditinggalkan.
Ia mendorong sejumlah langkah konkret, di antaranya mempertahankan bahasa Jawa dan adat budaya Jawa sebagai warisan adiluhung yang harus dijaga dan dilestarikan. Selain itu, bahasa Jawa perlu kembali digunakan sebagai bahasa sehari-hari dalam kehidupan masyarakat.
Pengembangan adat budaya Jawa juga dinilai penting, tidak hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai seni dan sastra yang tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari pembahasan Dialog Bowo Raos yang mengangkat tema “Cinderamata dari Limbah” dan dipandu Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Paguyuban Pendengar dan Pemerhati RRI Semarang (FKP PAPPERRIS), F. Sumardiyono.
Dialog tersebut menekankan pentingnya membumikan bahasa, seni, dan adat budaya Jawa agar tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan melalui kegiatan budaya, tetapi juga dengan menghadirkan bahasa dan nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....