Putra-Putri Lokantara Dorong Media Sosial Jadi Jembatan Budaya ke Gen Z
- 28 Sep 2026 16:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Media sosial dinilai memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan promosi budaya kepada generasi muda. Platform seperti TikTok dan Instagram dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan informasi kebudayaan melalui konten kreatif yang sesuai dengan perkembangan tren digital.
Hal tersebut disampaikan Putra dan Putri Lokantara 2026, Onyx dan Cinta, dalam dialog bersama Pro 2 RRI Semarang, Senin, 28 September 2026. Keduanya melihat besarnya peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi Z.
Cinta mengatakan, media sosial dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk berperan sebagai cultural influencer atau sosok yang aktif memperkenalkan budaya melalui konten digital.
“Kita bisa menjadi cultural influencer, jadi bisa memengaruhi teman-teman, terutama generasi muda, supaya lebih dekat dengan budaya," ujarnya.
Menurutnya, kedekatan generasi muda dengan media sosial dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan budaya dalam bentuk yang lebih menarik. Salah satunya melalui tren lagu daerah yang dipadukan dengan tarian atau konsep kreatif yang sedang populer di kalangan anak muda.
Cinta mencontohkan, tren lagu Jawa maupun lagu dari daerah lain yang kemudian digunakan dalam konten dance dapat secara tidak langsung memperkenalkan budaya kepada pengguna media sosial.
“Sebenarnya FOMO-nya tentang budaya. Lagu-lagu Jawa, lagu-lagu Timur, ada dance-nya, ada JJ-nya juga," katanya.
Selain melalui konten hiburan, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan kegiatan kebudayaan secara langsung. Informasi mengenai festival maupun kegiatan budaya dapat disebarluaskan melalui platform digital agar lebih mudah diketahui oleh generasi muda.
Sementara itu, Onyx menilai pemanfaatan media sosial perlu tetap diimbangi dengan interaksi secara langsung. Menurutnya, pertemuan tatap muka memberikan pengalaman yang berbeda karena memungkinkan terjadinya komunikasi dan interaksi secara langsung.
Ia menambahkan, media sosial tetap memiliki peran penting karena anggota Putra-Putri Lokantara memiliki kesibukan masing-masing, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan. Platform digital memungkinkan mereka tetap menyebarkan informasi budaya di tengah keterbatasan waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....