Hysteria Dorong Dokumentasi lewat Festival Kali Banger Kemijen
- 31 Agt 2026 13:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kemijen, Kota Semarang menyimpan sejarah panjang yang kini berusaha dihidupkan kembali melalui Festival Kali Banger bersama masyarakat setempat. Festival tersebut tidak sekadar menjadi ruang hiburan, melainkan bagian dari upaya mendokumentasikan pengetahuan lokal yang terancam hilang.
Co-Founder Hysteria, Purna Cipta, mengatakan Kemijen memiliki sejumlah peninggalan sejarah penting yang belum banyak diketahui masyarakat luas. “Ketakutannya adalah di masa depan karena kampung-kampung kecil tidak ada yang menulis kemudian pelan-pelan menghilang.” ujar Purna, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Purna, Kemijen pernah memiliki tiga stasiun dalam satu kawasan, yakni Stasiun NIS, Gudang, dan Kemijen sendiri. Keberadaan stasiun tersebut menjadi bagian penting perjalanan sejarah perkeretaapian, sekaligus menunjukkan posisi strategis Kemijen pada masa lampau.
Selain sejarah perkeretaapian, Kemijen juga memiliki sejumlah makam yang dianggap penting dalam sejarah masyarakat Jawa Tengah. Namun, berbagai pengetahuan tersebut selama ini lebih banyak diwariskan secara lisan melalui cerita antargenerasi warga kampung setempat.
Hysteria kemudian melakukan riset untuk menggali kembali sejarah, persoalan, serta berbagai pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat Kemijen. Hasil riset tersebut tidak hanya dituangkan dalam tulisan, tetapi juga disampaikan melalui seni agar mudah diakses warga.
Menurut Purna, seni menjadi medium penting karena tidak semua masyarakat memiliki kebiasaan membaca hasil riset berbentuk tulisan panjang. Mural, musik, lokakarya, hingga festival digunakan untuk menyebarkan pengetahuan sekaligus memperkuat identitas masyarakat terhadap kampungnya sendiri.
Salah satu mural di RW tujuh Kemijen mengangkat sejarah perkeretaapian yang pernah berkembang di kawasan tersebut sejak masa lampau. Karya tersebut menjadi pengingat bahwa identitas Kemijen tidak hanya berkaitan dengan banjir, rob, maupun persoalan lingkungan.
Hysteria menilai kampung-kampung kota memiliki peran besar dalam membentuk identitas sebuah kota melalui sejarah dan pengetahuan lokalnya. Purna berharap dokumentasi sejarah dapat membuat masyarakat luas mengetahui sisi lain Kemijen yang selama ini tertutup stigma negatif.
“Minimal itu ada pengetahuan lisan yang tertulis. Kemudian bisa diketahui oleh masyarakat luas,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....