Tradisi Merti Desa Randuacir Salatiga Sarat Makna Budaya
- 29 Agt 2026 10:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Merti Desa Randuacir Salatiga adalah tradisi tahunan yang penuh makna bagi masyarakat desa setempat. Tradisi ini dilaksanakan setiap bulan Saparan sebagai bentuk syukur atas hasil bumi dan keselamatan warga.
Kirab gunungan hasil bumi menjadi acara utama yang selalu dinantikan oleh seluruh warga desa. Gunungan berisi sayur, buah, dan hasil panen diarak keliling dusun lalu diperebutkan masyarakat.
Selain kirab, pertunjukan seni tradisional seperti Reog Ponorogo dan tari-tarian turut meramaikan suasana. Setiap RT menampilkan kesenian khas sebagai wujud pelestarian budaya dan kebersamaan antar warga.
Doa bersama dilakukan sebagai simbol spiritual, memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat desa. Nilai religius ini memperkuat ikatan batin warga dengan Tuhan dan leluhur mereka.
Merti Desa juga menjadi sarana mempererat solidaritas antar warga melalui gotong royong dalam persiapan acara. Semua elemen masyarakat terlibat aktif, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Pemerintah Kota Salatiga mendukung penuh tradisi ini sebagai identitas budaya yang harus dijaga bersama. Wali Kota menegaskan bahwa Merti Desa bukan sekadar seremonial, melainkan warisan budaya berharga.
Tradisi ini memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dengan hadirnya pedagang kecil dan UMKM. Selain itu, wisatawan tertarik datang sehingga meningkatkan pariwisata budaya di Salatiga.
Merti Desa Randuacir adalah perayaan syukur, kebersamaan, dan pelestarian budaya leluhur. Tradisi ini patut dijaga agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....