Pernikahan Dini Masih Jadi Tantangan bagi Remaja Desa Mojo Kendal
- 07 Agt 2026 14:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Pernikahan dini masih menjadi tantangan yang dihadapi remaja di Desa Mojo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Melihat kondisi tersebut, Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro Tahun 2026 menghadirkan edukasi berbasis komunitas melalui peluncuran buku panduan "Generasi Sehat dan Berdaya" sebagai bekal bagi remaja menghadapi berbagai persoalan sosial.
Peluncuran buku dilakukan dalam kegiatan "Stop Pernikahan Dini Berbasis Komunitas Remaja Desa Mojo Ramah Anak" yang berlangsung di Balai Desa Mojo pada 24 Juli 2026. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN-R Undip yang didukung program DIKTISAINTEK Berdampak.
Ketua Tim II KKN-R Undip Desa Mojo, Iqbal Haryo Saputro, mengatakan buku panduan disusun berdasarkan hasil identifikasi persoalan yang dihadapi remaja di lingkungan desa. Materinya membahas pergaulan sehat, dampak pernikahan dini, hingga literasi keuangan sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik.
"Langkah ini untuk membangun pergaulan sehat, dan meningkatkan literasi keuangan. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-R Undip yang didukung oleh DIKTISAINTEK Berdampak, dan disusun berdasarkan kebutuhan riil remaja di Desa Mojo," ujar Iqbal melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.
Menurut Iqbal, tema pencegahan pernikahan dini dipilih karena praktik tersebut masih cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kendal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 6,92 persen perempuan berusia 20 hingga 24 tahun pada 2023 tercatat menikah sebelum usia 18 tahun.
Selain berdampak pada terhentinya pendidikan, pernikahan dini juga meningkatkan risiko kesehatan, persoalan sosial, hingga potensi stunting pada anak yang dilahirkan pasangan usia muda. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menilai edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran remaja dan keluarga.
"Buku ini kami susun sebagai media edukatif yang membahas permasalahan umum yang marak terjadi di kalangan remaja saat ini. Mulai dari pergaulan sehat, dampak pernikahan dini, hingga literasi keuangan," katanya.
Melalui buku panduan tersebut, mahasiswa berharap remaja Desa Mojo memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menentukan masa depan. Mereka juga mendorong orang tua membangun komunikasi yang lebih terbuka agar upaya pencegahan pernikahan dini dapat dilakukan secara bersama-sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....