Dubes Prancis Napak Tilas Warisan Sejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah

  • 06 Agt 2026 15:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Monsieur Fabien Penone, menelusuri kembali jejak perjalanan penyair legendaris Prancis, Arthur Rimbaud, di Jawa Tengah. Napak tilas tersebut digelar bertepatan dengan peringatan 150 tahun kedatangan Rimbaud di Pulau Jawa dan menjadi simbol eratnya hubungan sejarah serta budaya antara Indonesia dan Prancis.

Rangkaian kegiatan berlangsung di Stasiun Kedungjati dan Stasiun Tuntang, dua lokasi yang pernah dilalui Arthur Rimbaud saat berada di Hindia Belanda pada 1876. Kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Pameran "150 Tahun Arthur Rimbaud di Indonesia" di kawasan heritage Lawang Sewu, Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Napak tilas tersebut diikuti jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi(Daop) 4 Semarang, KAI Wisata, Alliance Française Semarang, Pemerintah Kota Semarang, serta perwakilan Kedutaan Besar Prancis. Hadir pula sejumlah sejarawan, akademisi, dan pegiat budaya.

Berdasarkan catatan sejarah, Arthur Rimbaud tiba di Semarang pada 1 Agustus 1876 sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Tuntang dan kemudian ke Salatiga. Meski hanya singgah dalam waktu singkat, perjalanan itu menjadi bagian penting dari kisah hidup salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah sastra Prancis.

Duta Besar Prancis, Monsieur Fabien Penone, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kembali jejak Arthur Rimbaud kepada masyarakat Prancis. Selain itu, juga untuk mengangkat potensi wisata sejarah yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, bagi masyarakat Prancis, Semarang merupakan tujuan paling jauh yang pernah dicapai Arthur Rimbaud dalam perjalanannya pada masa itu. Melalui napak tilas ini, kami ingin mempopulerkan kembali jejak tersebut agar semakin dikenal oleh publik di Prancis.

“Kami juga berharap sejarah ini dapat menjadi daya tarik. Mendorong lebih banyak wisatawan Prancis berkunjung ke lokasi-lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Arthur Rimbaud di Indonesia," ujarnya.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut kunjungan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah jalur perkeretaapian di Jawa Tengah. Hal itu telah menjadi bagian dari perjalanan tokoh dunia.

"Perkeretaapian tidak hanya menghubungkan kota dengan kota, tetapi juga menghubungkan sejarah, budaya, dan peradaban. Jejak Arthur Rimbaud menunjukkan bahwa lebih dari satu abad lalu, jalur kereta api di Jawa telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dunia.

Ia menegaskan, PT KAI memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan tersebut. “Agar tetap lestari, relevan, dan dapat terus memberikan nilai edukasi bagi masyarakat maupun generasi mendatang," katanya.

Menurut Luqman, PT KAI terus berkomitmen melestarikan aset heritage seperti Stasiun Kedungjati, Stasiun Tuntang, dan Lawang Sewu agar tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata budaya. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, warisan perkeretaapian diharapkan semakin dikenal di tingkat internasional sekaligus mempererat persahabatan Indonesia dan Prancis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....